IKLAN ATAS

Kantor BPD Desa Berindat Diserbu Masyarakat, Warga Tuntut Kades Idris Turun Dari Jabatannya

Masyarakat Desa Berindat datangi kantor BPD Desa Berindat
Redaksibekasi.com- Lingga: Sejumlah masyarakat Desa Berindat datangi kantor BPD Desa Berindat, menuntut kades "IDRIS" turun dari jabatannya karena pembangunan desa banyak belum Terealisasi tahun anggaran 2019 di Desa Berindat Kecamatan Singkep pesisir Kabupaten Lingga (Kepri) Rabu, 11/09.

Berlangsung kurang lebih setengah jam pada pagi tadi jam 9'00 wib (Rabu 11/09/19)  puluhan masyarakat yang berorasi di kantor BPD desa Berindat menyampaikan tuntutannya meminta agar dengan segera kepala desa turun dari jabatannya selaku kades karena sudah melalaikan pembangunan desa.

"kurang lebih 60%masyarakat bahkan lebih yang ikut mewakili setiap kepala keluarga ibu-ibu juga pemuda desa Berindat, Idris kades dalam menggunakan dana desa suka di putar-putar dana tersebut, contohnya dana silva 2018 lalu, untuk pembangunan sekolah PAUD desa Berindat pada tahun ini 2019 pencairan di tahap pertama sudah seharusnya selesai, namun pencairan sudah di tahap dua belum juga selesai," kata Yudi yang ikut di dalam orasi menyampaikan kepada tim media

Lanjutnya, Dikemanakan dananya.??
Pembangunan Posyandu yang di bangun, pencairan 100% sudah di cairkan, namun uang kemana tak kunjung sampai.

Pagar lapangan volli tahap satu dan dua sudah cair namun tidak di sentuh sama sekali pembangunannya.

"Semenisasi di tahun anggaran yang sama 2019 juga tidak di laksanakan pembangunanya sampai sekarang, sementara dananya juga sudah cair di tahap dua,"ungkap Yudi.

Hal senada di katakan Elsi warga desa Berindat di tempat yang sama "Yang pasti tujuan kami hari ini untuk menyuruh pak kades berhenti dari Jabatannya terkait pembangunan yang tidak selesai," singkatnya.

‌Sementara itu di dalam ruangan kantor BPD Desa Berindat, IDRIS selaku kades di dampingi Babinsa desa Berindat Kopda Darmadi dan Bhabinkamtibmas desa berindat, saat di konfirmasi menjelaskan yang pada intinya.

"Saya siap bertanggung jawab berdasarkan kendala di lapangan terkait permasalahan desa apapun itu harus diselesaikan ditahun 2019 juga," kata kades Idris.

Langkah saat ini kayu baru ada dua hari yang lalu dan pekerjaan akan dimulai besok dikerjakan, kelemahan tim pengelola kegiatan (TPK)dalam menyiapkan barang sebutnya.

Hari ini sambungnya, Saya
menghargai semua apa yang disampaikan masyarakat terkait pelaksanaan kegiatan, SK saya dikeluarkan langsung oleh Bupati jadi besar kemungkinan pemerintah tidak dengan mudah memberhentikan itu semua tentu ada proses," ucap Idris."(*)

Reporter: Suarman
Editor: Luk
Diberdayakan oleh Blogger.