IKLAN ATAS

Momentum Tahun Baru Islam 1441 H, PERJASIRGA Gelar Acara Zikir Bersama Dan Potong Tumpeng

Peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1441 H 
Redaksibekasi.com- Lingga: Persaudaraan Jawa Pesisir Lingga (PERJASIRGA) memaknai momentum Peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1441 H dengan mengadakan Zikir bersama. Pelaksanaan acara di halaman Polindes Desa Kote kecamatan Singkep pesisir kabupaten Lingga (kepri) pada sabtu lalu 31/08/19.

Hadir dalam acara Peringatan 1 Muharram 1441 H, Ketua MUI Kabupaten Lingga Ustad Badiul Hasani, Kades Kote Rudi Harianto, Tokoh Agama Kecamatan Singkep Pesisir,   Ketua MUI Singkep Pesisir, Sesepuh Jawa  Kasat Binmas Polres Lingga AKP Supama,  Persaudaraan Jawa dari Dabo, Desa Berindat, Persing, Sedamai, Lanjut, Kote, Pelakak dan Masyarakat setempat.

"Sebagai umat Islam kita harus memaknai Tahun Baru Islam 1441 H dengan bermuhasabah diri, santun meningkatkan keimanan dan ketaqwaan serta harus ingat bahwa manusia diciptakan di dunia yang paling utama hanya untuk menyembah kepada Allah SWT," Kata Ketua MUI Kabupaten Lingga dalam ceramahnya dihadapan ratusan Warga PERJASIRGA.

Lanjutnya, Adapun makna Nasi tumpeng yang ada dalam peringatan 1Muharram 1441 H kali ini  memiliki makna dan Filosofi , karena Tumpeng sendiri memiliki kaitan di dalam Islam, Tumpeng sendiri  bermakna 'Yen Metu Kudu Mempeng' artinya ketika keluar harus bersungguh-sungguh semangat.

"Tumpeng disajikan nasi kuning mengerucut yang menggambarkan gunungan dan kemakmuran, sedangkan lauk pauk berjumlah 7 macam. Angka 7 dalam bahasa Jawa berarti pitu, angka pitu ini artinya, 'Pitulungan' (pertolongan), kemudian setiap lauk itu memiliki artinya bagi kehidupan manusia," pungkasnya.

Sementara itu diketahui juga, Persaudaraan Jawa Pesisir Lingga atau yang akrab disapa PERJASIRGA merupakan Persaudaraan Jawa yang baru dibentuk pada tahun 2019 wilayah Pesisir dan diresmikan pada Tahun Baru Islam 1 Muharram 1441 H yang bersamaan dengan Tahun Baru Jawa 1 Suro.

Adapun Makna 1 Muharram bagi orang jawa, Menjadi malam sakral dan suci, atau orang sering menyebutnya tanggal 1 Suro, peresmian itu sendiri ditandai dengan pemotongan tumpeng oleh sesepuh Jawa yaitu Bapak Supama dan diberikan kepada  Hery selaku Ketua Persaudaraan Jawa Pesisir Lingga.

"Tujuan didirikan PERJASIRGA adalah untuk menjalin tali silaturahmi dan peduli terhadap suku Jawa di Pesisir," sebut Hery

"Ya, Sekaligus menumbuhkan semangat gotong royong yang merupakan warisan nenek moyang dan turut mensejahterakan bagi para anggota PERJASIRGA," pungkasnya.

Acara Peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1441 H Persaudaraan Jawa Pesisir Lingga juga menggelar kesenian musik gamelan dengan lagu-lagu khas campur sari dan nonton bersama Wayang kulit semalam suntuk."(*)

Reporter: Suarman
Editor: Luk
Diberdayakan oleh Blogger.