IKLAN ATAS

Naas Ibu-Ibu Tergilas Dum Truk, Marulloh Ungkap Jalan Raya Babelan Bagai Kuburan Warga

Terlindas Dum Truk (truk tanah 40 Ton) dengan kondisi yang cukup
Redaksibekasi.com- Babelan: Sejumlah Warga Babelan berhamburan keluar rumah, Lantaran mendengar kejadian tragis dan memilukan, Ada warga yang terlindas Dum Truk (truk tanah 40 Ton) dengan kondisi yang cukup mengenaskan," Kata warga sekitar sambil mendekati kerumunan orang banyak.

Dari informasi yang dihimpun terjadi kecelakaan lalu lintas (Lakalantas) di Jalan raya Babelan Kampung Kedaung Desa Kedung Pengawas Kecamatan Babelan Kabupaten Bekasi yang mengakibatkan Korban jiwa (Ibu Meiti Aryanti 50 tahun, Warga Perum Rancamanyar Blok C2 No.05 Rt.09/07 Kel. Wancimekar Kec. Kotabaru Kab. Karawang. Mengalami luka robek/hancur dibagian dada hingga kaki). Minggu (22/9), pukul 13.00 wib.

Berdasarkan keterangan yang diterima redaksi, Telah terjadi Kendaraan yang terlibat Laka Lantas, Honda Beat Warna Merah Nopol. T-6508-PA pengemudi Sdr. Ipik Margadinata dengan Dumtruck Warna Hijau Nopol. B-9646-KYX pengemudi Mr X ( karena setelah terjadi melarikan diri diduga menghindari amukan warga sampai saat ini belum diketahui keberadaanya).

Dari penuturan warga., Sebelum kejadian korban yang dibonceng suaminya menggunakan sepeda motor matic menuju arah yang sama dengan dump truk ke barat. Namun tidak diketahui pasti kronologi hingga korban sudah terlindas pada ban belakang bagian kanan truk.

“Korban terlindas pada bagian perut dan tewas seketika,” ujar Asmadi, (49), salah seorang saksi kejadian.

Sementara itu, Marulloh tokoh pemuda Babelan mengucapkan belasungkawa atas kejadian korban Laka Lantas yang terjadi di Jalan raya Babelan Kampung Kedaung, Desa Kedung Pengawas.

"Selama ini derita dan jeritan hati warga babelan tak pernah di dengar oleh unsur Muspika Babelan, Soal jam lintas Truk tanah (Dum truk) yang tak kenal waktu, Terlebih bagi rumah warga yang ada dipinggir jalan,"ungkap Marulloh

Lanjutnya, Siang malam abu masuk rumah warga, kotor dan pesta debu sudah menjadi hal biasa, Warga gak bisa tidur kalau malam hari suara nya blag kadebug.

"Yang anehnya, Warga kebisingan gak bisa tidur, Eh....!! yang enak malah keenakan keurugan duit dapet uang per ritace 50 ribu," tandasnya.

Dikatakannya, Diduga  Muspika  Babelan juga sudah Acc aja soal lintas Truk tanah (tronton) tanpa aturan jelas, Bisa jadi Muspika tidak peduli dengan lingkungan dan ini kenyataannya masyarakat yang jadi korban, *Jalan raya Babelan Jadi kuburan*.

"Ini muspika Kecamatan Babelan  harusnya tegas menyikapi persoalan Truk Tanah yang sering jadi keluhan warga, Apakah warga yang harus anarkis stop truk tanah atau gimana coba, Mari kita berpikir jernih," Imbuhnya.

"Yah, yang menjadi catatan saya, Agar pemerintah ikut memikirkan kejadian hari ini, Ada korban jiwa (Nyawa Ibu -ibu melayang) Dada tergilas Ban dum truk (Tronton)TALENTA, kaki tangan orang sampai pada misah, Sungguh miris," pungkas marulloh tokoh pemuda Babelan yaang Aktif juga di Lembaga Aliansi Indonesia."(*)

Reporter: Red
Editor: Luk
Diberdayakan oleh Blogger.