IKLAN ATAS

SMKN 2 Cikbar, Terapkan Program Teaching Factory, Ini Kata Kepsek Rohmani


Redaksibekasi.com- Cikarang: Program Teaching Factory adalah suatu konsep pembelajaran di SMKN 2 Cikarang Barat (Cikbar) berbasis produksi atau jasa yang mengacu kepada standar dan prosedur yang berlaku di industri.

Program ini dilaksanakan dalam suasana seperti layaknya industri. Implementasi Teaching Factory di SMK dapat menjembatani kesenjangan kompetensi antara kebutuhan industri dan kompetensi yang dihasilkan oleh sekolah.

Teaching Factory juga harus melibatkan Pemda/Pemkot/Provinsi maupun orang tua dan masyarakat dalam perencanaan, regulasi maupun implementasinya.

Program ini disusun sesuai dengan kompetensi lulusan SMK. Para siswa mengikuti alur bisnis sesuai dengan pola perusahaan. Sehingga, terbentuk keselarasan antara dunia industri dengan sekolah,"Kata Rohmani, Kepsek SMKN 2 Cikarang Barat saat membuka acara Pelatihan Teaching Factory kepada para siswa jurusan pemasaran. Kamis (19/9).

“Anak-anak dibagi beberapa kelompok sehingga terbentuk beberapa divisi sesuai dengan kompetensi yang digunakan. Diantaranya seperti pelayanan, pengemasan, pelebelan, mempromosikan, sampai pada menghasilkan suatu produk,” ujarnya

Rohmani mengatakan saat ini program Teaching Factory terus berjalan, SMKN 2 Cikarang Barat saat ini terus meningkatkan divisi-divisi yang berdayaguna mengembangkan kompetensi setiap siswa. Sehingga akan membentuk siswa yang berkualitas, sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan industri.

Pembelajaran Teaching Factory (TEFA) adalah model pembelajaran yg dilaksanakan SMKN 2 Cikarang Barat berbasis produksi/jasa yang berorientasi pada standar dan prosedur yang dilaksanakan di Industri.

"Didalam Pelaksanaannya program TEFA SMKN 2 Cikarang Barat menjalin kerja sama dengan Industri Pasangan sebagai pihak yang relevan didalam menilai kualitas hasil pendidikan TEFA di SMKN 2 Cikarang Barat," Jelasnya.

Ditambahkannya, Strategi TEFA yang dilaksanakan menggunakan strategi Production Based Education and Training (PBET). Strategi ini merupakan pendekatan pembelajaran berbasis produksi.

Kompetensi yang telah dimliki oleh peserta didik perlu diperkuat dan dipastikan keterampilannya dengan memberikan pengetahuan pembuatan produk nyata yang dibutuhkan dunia kerja (industri dan masyarakat).

"Ada juga Model pembelajaran berbasis industri (produk dan jasa) melalui sinergi sekolah dan industri untuk menghasilkan lulusan yang kompeten dengan kebutuhan pasar," paparnya.

Masih kata Rohmani, Tujuan pembelajaran TEFA di SMKN 2 Cikarang Barat untuk Mempersiapkan lulusan menjadi pekerja dan wirausaha, Membantu siswa memilih bidang kerja yang sesuai dengan kompetensinya, Menumbuhkan kreativitas siswa melalui learning by doing, Memberikan keterampilan yang dibutuhkan dalam dunia kerja, Memperluas cakupan kesempatan rekruitmen bagi lulusan SMKN 2 Cikarang Barat, Membantu siswa dalam mempersiapkan diri menjadi tenaga kerja, serta membantu menjalin kerjasama dengan dunia kerja yang aktual, Memberi kesempatan kepada siswa untuk melatih keterampilannya.

"Sehingga siswa dapat membuat keputusan tentang karier yang akan dipilih," terangnya.

Pelaksanaan Pembelajaran berbasis TEFA di SMKN 2 Cikarang Barat, secara konseptual adalah "FACTORY TO CLASSROOM" yang bertujuan utk melakukan transfer lingkungan produksi di Industri secara faktual kedalam ruang praktik.

"Nuansa produksi yg nyata sangat amat dibutuhkan dalam rangka akselerasi meningkatkan kompetensi pengajaran yg berbasis aktivitas nyata dan faktual dari kegiatan produksi pada setiap harinya," pungkas Kepsek SMKN 2 Cikbar."(*)

Reporter: Cr01/Man
Editor: Luk
Diberdayakan oleh Blogger.