IKLAN ATAS

bisotisme

Awas Ada Sidak, Firdaus Minta, Inspektorat Audit Dan Cek Fisik Proyek Tugu Dan Pelebaran Jalan Desa Kedung Jaya Kec.Babelan

Firdaus Ketua LSM RIB kabupaten Bekasi
Redaksibekasi.com- Babelan: Ketua LSM Rakyat Indonesia Berdaya (RIB) Kecamatan Babelan menyambut positif dengan hadirnya lembaga pemerintahan kabupaten bekasi, kususnya Inspektorat dalam rangka pelaksanaan pemeriksaan dengan tujuan tertentu Dana Desa Tahun 2019, khususnya di wilayah kecamatan Babelan Kabupaten Bekasi Jawa barat.

Dari info yang ada, Tim Inspektorat Kabupaten Bekasi Beberapa hari ini berada di wilayah Babelan, Untuk memeriksa kelengkapan administrasi di tujuh desa di Kecamatan Babelan, Termasuk didalamnya Desa Kedung Jaya.

"Kami berharap, Tim Inspektorat kabupaten bekasi untuk sekaligus lebih intens dalam hal pemeriksaan Penggunaa Dana Desa di Kedung Jaya, Karena Sudah sejak lama LSM RIB mendapatkan banyak temuan dan dugaan penyimpangan anggaran meliputi, Proyek Tugu batas desa (Tunggal) dan Pelebaran Jalan di Kampung wates yang dinilai amburadul," Kata Firdaus Ketua LSM RIB kabupaten Bekasi, di kantornya, Selasa (29/10).

Berita sebelumnya:
Fantastis Diduga 40 Juta, Pembangunan Tugu Tunggal Batas Desa Kedung Jaya Di Soal LSM RIB https://www.redaksibekasi.com/2019/10/fantastis-diduga-40-juta-pembangunan.html

Dikatakan Firdaus, Kami berharap Tim Inspektorat yang saat ini sedang ada giat di Kecamatan Babelan, untuk dapat memperhatikan atensi kami dari LSM RIB terkait temuan di Desa Kedung Jaya, hingga saat ini belum ada penjelasan resmi dari pihak Desa Kedung jaya ataupun instansi lainnya, terkait pembangunan Tugu batas Desa (tunggal) dan Proyek pelebaran Jalan di Kampung Wates.

"Yah, Ini atensi kami dari LSM RIB sebagai sosial kontrol merasa perlu untuk memberikan Masukan kepada Inspektorat yang saat ini sedang berada di Kecamatan Babelan, Bila perlu di Audit By data by fakta di lapangan," tegas Firdaus.

Lanjutnya, Hal yang wajar dimana ada proyek disitu ada kesempatan untuk  mencari Keuntungan, Akan Tetapi patut diingatkan kembali, Dana yang digunakan untuk Pembangunan Tugu tunggal menelan anggaran 40 Jt, lalu proyek pelebaran jalan  di kampung wates diduga jauh dari kata layak, Mungkin tidak sesuai RAB yang ada.

"Kami minta ketegasan sikap Para pemangku jabatan serta Inspektorat untuk melakukan cek fisik langsung, bukan selesai diatas meja," tandasnya.

"Jika temuan kami di Desa Kedung Jaya,  Terkait, Proyek Tugu batas (tunggal) dan pelebaran jalan di kampung wates bukan sebagai penyimpangan Anggaran, Kami sebagai masyarakat ingin adanya penjelasan dan transparansi, sebagaimana termaktub dalam Pasal 20, Pasal 21, Pasal 28 F, dan Pasal 28 J UndangUndang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 dan Undang-undang No. 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik," pungkas Firdaus Ketua LSM RIB."(*)

Reporter: Red
Editor: Luk
Diberdayakan oleh Blogger.