IKLAN ATAS

Bersama QGrader Kondang Dari Bandung, Komunitas 97 Gelar Workshop Bisnis Kopi


Redaksibekasi.com- Kota Bekasi: Meski budaya ngopi sudah ada sejak dulu di warung-warung kopi, tetapi kebiasaan "ngafe" di kalangan anak muda belum terlalu lama terbentuk. Bisnis kopi di indonesia sedang hype, Seiring Laju pertumbuhan Zama, Gerai-gerai kafe bernuansa milenial baru-baru saja menemukan momentumnya.

Ilmu perkopian, kelas-kelas barista, kursus belajar seduh, cupping, roasting, dan segala hal tentang kopi pun tumbuh subur bersama perkembangan ini.

Belum lama ini di Econnection Space Bekasi, Komunitas '97 bersama Coffee Chapter dan Kopi Dewa menggelar workshop satu hari tentang manajemen keuangan bisnis kopi untuk memenuhi tingginya permintaan kelas di bidang ini, Minggu (29/9) kemaren.

Restu Dewa, salah satu QGrader kondang dari Bandung, founder Kafe Kopi Dewa dan Kopi Dewa Coffee Lab, digandeng sebagai narasumber oleh komunitas alumni SMAN 1 Kota Bekasi yang lulus tahun 1997 (Komunitas '97).

Ada hal menarik dalam Acara workshop manajemen keuangan bisnis kopi, Komunitas '97 pun mengundang Ricky Harun, selebritis tanah air yang juga sedang merintis Al'Cal Coffee sebagai bintang tamu untuk berbagi pengalaman suka duka perjalanan bisnis kafenya.

Dari pantauan dilokasi acara workshop bersama Komunitas '97, Sekitar 30 peserta dengan antusias mengikuti pelajaran yang digelar dari pagi sampai sore. Sesi tanya jawab pun hidup dan semangat.  Membedah dengan detail apa saja bisnis dalam dunia kopi. Mulai dari perkebunan, hingga retail minuman kopi dalam bentuk kafe atau delivery point.

Pada sesi siang, pembelajaran dilanjutkan dengan contoh-contoh perhitungan keuangan menggunakan worksheet. Peserta diminta membuka laptopnya dan berlatih memasukkan angka-angka untuk melihat efek finansial bisnisnya.

"Kelas yang sangat menarik. Materi yang diberikan dan sesi tanya jawab benar-benar memenuhi kebutuhan para pemula yang ingin terjun ke bisnis kopi," ungkap salah satu peserta workshop

Kelas ditutup dengan pembagian sertifikat, sesi foto bersama dan sebuah kesimpulan bahwa 'Kopi masih menjadi peluang bisnis yang manis dan menjanjikan."(*)

Reporter: Red
Editor: Luk
Diberdayakan oleh Blogger.