IKLAN ATAS

bisotisme

Gak Tahu Mau Ngadu Kemana, Ribuan Warga Segara Makmur Gelar Aksi Demo Lantaran Bau Asem Limbah PT. Andalan Furnindo

Ribuan warga segara makmur demo
Redaksibekasi.com- Tarumajaya: Manis yang kau hasilkan, Asem yang kau berikan, Salah satu dari ratusan spanduk dalam aksi demo warga yang terpasang di pagar Perusahaan PT. Andalan Furnindo (Pabrik Gula)di Kawasan Industri Marunda Center (KIMC), Lantaran Bau asem menyengat yang dialami ribuan warga tiga desa di Tarumajaya.

Dari pantauan di lokasi aksi Demo warga, Ribuan masa terdiri dari emak-emak, Karang taruna, ormas, kades Segara makmur dan staf desa turun kejalan. Aksi  demonstrasi damai dipandu Mobil komando memasuki kawasan industri Marunda Center (KIMC), Mereka Menuntut PT Andalan menghentikan kegiatannya, lantara limbah Bahan Beracun Berbahaya (B3) yang menimbulkan bau busuk menyengat dan menggangu aktivitas warga.

kordinator aksi Demonstrasi Supri (36) yang telah mengantongi izin dari kepolisian, kepada media mengatakan,

"Aksi yang kami lakukan lantaran Mananjemen PT Furnindo (produksi gula) telah mencemari lingkungan selama bertahun-tahun. Hari ini bersama warga dan ibu-ibu, kami buktikan turun kembali ke jalan,  Selama ini dari perusahaan hanya sekedar janji untuk mengatasi pencemaran lingkungan, Begitu juga dari dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bekasi tidak pernah merespon keluhan warga,"  ungkap Supri koordinator Aksi, Ditengah kerumunan Pendemo di Kawasan Marunda Center Tarumajaya. Rabu (23/10).

Dikatakan Supri, kami dan ribuan warga lainnya  merasakan dampak bau dari penampungan limbah B3, bau yang berulang-ulang, bahkan hal itu berdampak ke tiga desa di wilayah Kecamatan Tarumajaya (Segara makmur, Pantai makmur dan Segara jaya).

"Mediasi sudah berulang kali dilakukan di desa Segara Makmur, kami menilai perusahaan tidak mengindahkan keluhan kami, dan kolam penampungan limbah B3 milik PT Andalan Furnindo meluap dan menimbulkan bau, kami hanya meminta pengelolaan limbah secara benar, "jelasnya.

Menurutnya, Kepolisian dan instansi terkait serta unsur Muspika  adalah mata dan telinga kami, seharusnya mereka yang bisa peka untuk menanggulangi permasalahan ini.

"Limbah yang dihasilkan dari PT Andalan Furnindo sudah berdampak ke balita, dan anak-anak, karena tidak tahu mau mengadu kemana sejumlah ibu-ibu meluapkan emosi ke media sosial," ungkapnya.

Kami sudah ke Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Kabupaten Bekasi, sampai saat ini tidak ada tindakan dan jawaban.

"Kami minta tindak perusahaan PT Andalan Furnindo, kalau pihak perusahaan tidak bisa mengelola limbah secara benar, kami minta segera ditutup, karena kami masyarakat di tiga desa sudah capek dengan ulah perusahaan, "ungkapnya.

Terpiisah, H Agus Sopian SE, Kepala Desa Segara Makmur, ketika di konfirmasi di kantor desa mengatakan, bahwa sekitar dua tahun limbah dibiarkan, karena tidak ada yang mengelola, semenjak koperasi Segara Makmur di putus kontrak oleh PT Andalan Furnindo yang berada di kawasan Marunda Center, Kecamatan Tarumajaya, Kabupaten Bekasi.

"Dulu tidak seperti ini, pengangkutan limbah pun teratur, sehingga tidak berdampak kepada masyarakat, kalau sekarang, limbah yang tertampung di penampungan milik PT Andalan Furnindo sangat membuat resah warga, karena bau yang ditimbulkan, "ujarnya.

Menurutnya, sudah lima kalih mediasi antara pihak perusahaan dengan warga dan pemerintah desa, tapi tidak pernah ada hasilnya. "Mungkin aksi kali ini adalah luapan kekesalan warga yang diketahui berasal dari tiga desa, di kecamatan Tarumajaya, "terangnya."(*)

Reporter: Inas/Cep
Editor: Luk
Diberdayakan oleh Blogger.