IKLAN ATAS

bisotisme

Orang Tua Asuh Keluarga Baru Prajurit Satgas TMMD 106 Wiltas Kodim 0910/Malinau

Add caption
Redaksibekasi.com- Malinau: Bagi warga mendapatkan kepercayaan jadi orang tua asuh (angkat) merupakan suatu kebahagiaan dan kebanggaan yang tak kan terlupakan. Selain secara langsung mendapatkan rezeki, juga mendapatkan anak dan mendapatkan pengalaman berharga bisa mengenal lebih dekat sosok tentara. Dimana tadinya rumahnya sunyi sepi kini ramai dan selalu bersuka ria dan bercengkrama dan warga pun mengetahui apa dan fungsi tugas tentara.

Wanita paruh baya ini Nyauma (60) sangat bahagia saat bercanda ria bersama anak angkat-nya Serda Sofyan salah seorang Anggota Satgas TMMD 106 Wiltas Kodim 0910/Malinau.

“Kehadiran bapak-baak tentara dikampungnya membuat dirinya senang yang biasa seharian dirinya tinggal sendirian dirumah, sekarang sudah banyak tentara yang menghibur dirinya, dan bahkan pekerjaan rumah dan memasak pun di kerjakan oleh tentara, “ungkap Nyauma.

Menurut Dansatgas TMMD ke 106 Wiltas tahun 2019, Kodim 0910/Malinau ,Letkol Inf Nopid Arif S.Sos M.Han mengatakan bahwa orang tua asuh bertujuan agar lebih menyatu antara tentara dan rakyat, sehingga warga dapat berinteraksi langsung dengan tentara dalam satu atap juga sebaliknya tentara lebih dekat dengan rakyat.

“Kendati banyak warga sempat saling menawarkan diri agar rumahnya ditinggali oleh prajurit, namun setelah dilakukan koordinasi dengan pihak instansti, pemerintah desa dan tokoh masyarakat, maka dipilihlah ada beberapa kriteria warga yang rumahnya ditinggali oleh para prajurit, “ujar Danstgas.

Dengan adanya TMMD,warga yang mendapatkan kesempatan langka tersebut senang bukan kepalang. Hari-hari di rumah itu telah kedatangan tamu istimewa. Selama sebulan pemilik rumah hidup dan tinggal bersama prajurit TNI bagaikan mendapat “Keluarga Baru”.

“Disinilah suasana baru hadir ditengah kehidupan bermasyarakat dan suasana rumah yang ditinggali prajurit menjadi hingar-bingar. Hari-hari sebelumnya yang sepi-sepi saja, kini ramai, penuh tawa dan canda, “jelasnya.

Ketika usai bekerja di lapangan lokasi TMMD, orangtua dan anak-anak bercengkerama dengan prajurit Satgas TMMD. Kelihatan prajurit Satgas pun tidak canggung-canggung membantu tuan rumah, yang ditinggali memasak sayur atau menggoreng ikan, tahu dan tempe sebagai lauk makan malam. Suasana keakraban pun nampak jelas. Semua seperti keluarga."(*)

Reporter: Red
Editor: Luk
Diberdayakan oleh Blogger.