IKLAN ATAS

Tarian Prajurit Petarung, Jangan Padamkan Api Perjuangan


Redaksibekasi.com- Tegal: Aku Pergi Bukan Menyerah Jangan Padamkan Api Perjuangan. Itulah pesan semangat juang dari pementasan tari kolosal perjuangan kepahlawanan Pangeran Diponegoro oleh 300 penari di bawah komando Yonif 407/Padmakusuma (PK) dalam puncak peringatan HUT ke-74 TNI dan HUT Ke-69 Kodam IV/Diponegoro, Sabtu (5/10/2019) di lapangan Panglima Besar Jenderal Sudirman, Ambarawa.

Para penari dari anggota Yonif, Brigif-4/Dewa Ratna, Lanal Tegal, Satradar Tegal, pelajar siswa SMK 1 Adiwerna dan SMAN 3 Slawi sukses membawakan tarian kolosal tersebut. Danyonif 407/PK, Letkol Inf Sutan Pandapotan Siregar mengaku terpesona dengan penampilan para penari kolosal tersebut.

Dia merasa  bangga dan bersyukur dengan  usaha hasil latihan yang dilakukan sejak 30 September 2019 lalu itu tidak sia- sia.
Danyonif mengucapkan terima kasih kepada seluruh personel yang terlibat dalam kegiatan tersebut baik pelaku tari kolosal maupun para pendukungnya. Tari kolosal sangat menghibur ribuan tamu undangan dan masyarakat yang hadir dalam acara tersebut,"katanya.

Sementara itu Rianto Purnomo  yang menjadi pelatih sekaligus pemeran Pangeran Diponegoro mengaku bangga kebudayaan menjadi bagian rangkaian peringatan HUT TNI. Kita disebut Indonesia karena budayanya. Simbol yang ada dalam tarian kolosal bukan simbol sembarangan. Itu simbol perjuangan,"katanya.

Bahkan, ketika narasi masuk dalam kalimat 'Aku pergi bukan karena menyerah...' Rianto berinisiatif memberikan keris kepada Pangdam IV/Diponegoro, Mayjen TNI Mochamad Efendi.

Menurut Purnomo, persembahan Brigif-4/Dewa Ratna dan Yonif 407/PK dengan melibatkan pelajar SMA asal Tegal ini sangat bagus karena senangat juang dan nasionalisme bukan milik TNI saja, namun semua warga Indonesia, terutama untuk kalangan anak muda milenial."(*)

Reporter: Red
Editor: Luk
Diberdayakan oleh Blogger.