IKLAN ATAS

bisotisme

Terkait Demo Warga, Katar Segara Makmur Duduk Bareng PT. Andalan Furnindo Bahas Penanganan Limbah B3

Akhirnya Ketua kordinator Aksi, Karang Taruna (Katar) Segara Makmur, beserta pihak PT Andalan Furnindo duduk bersama
Redaksibekasi.com- Tarumajaya: Menindak lanjuti aksi demo (beberapa waktu lalu) warga tiga desa di kecamatan Tarumajaya, terkait bau asem, dampak limbah produksi PT. Andalan Furnindo yang tak kunjung ada titik temu dan terselesaikan, Akhirnya Ketua kordinator Aksi, Karang Taruna (Katar) Segara Makmur, beserta pihak PT Andalan Furnindo duduk bersama untuk menyamakan draft tuntutan dari Surat Pernyataan Kesepakatan warga di tiga desa. Rabu (30/10).

Berita terkait:
Gak Tahu Mau Ngadu Kemana, Ribuan Warga Segara Makmur Gelar Aksi Demo Lantaran Bau Asem Limbah PT. Andalan Furnindo https://www.redaksibekasi.com/2019/10/gak-tahu-mau-ngadu-kemana-ribuan-warga.html

Supriyadi koordinator aksi yang didamping Rafli Ketua Karang Taruna Segara Makmur mengatakan, dari beberapa poin yang diajukan oleh kami, bahwa poin pengajuan pihak pertama ke managemen sudah sama, namun, ada beberapa poin yang belum tersepakati terutama pengelolaan limbah Bahan Beracun Berbahaya (B3) harus sesuai peraturan dan perundang-undangan yang berlaku.

"PT Andalan Furnindo harus mempunyai mesin yang berbasis teknologi untuk pengelolaan limbah B3. Dan tidak membuang limbah tersebut ke saluran air dan ke laut. Sehingga tidak berdampak ke lingkungan warga nelayan tambak, "terangnya.

Menurutnya, permasalahan kolam penampungan sisa produksi (limbah B3) hanya di sebutkan pihak pertama akan menurunkan bau tidak normal dengan menutup kolam tersebut. Dulu pernah ditutup rapat memakai terpal, tetapi tidak maksimal dan masih menimbulkan bau busuk, kami minta ditutup secara permanen.

"Tuntutan dari masyarakat harus benar-benar di penuhi oleh pihak PT Andalan Furnindo. Walaupun perkiraan dari masyarakat saat pertemuan ini berlangsung negatif, itu hal yang wajar, yang terpenting adalah tuntutan masyarakat terpenuhi oleh PT Andalan Furnindo, "jelasnya.

Menanggapi beberapa poin yang belum tersepakati pihak PT Andalan Furnindo mengatakan, ada dua poin yang masih belum tersepakati, poin 4 dan 5, yang berisi PT Andalan Furnindo harus bertanggung jawab terhadap masyarakat yang terkena penyakit atas limbah B3 yang dihasilkan dari sisa produksi. PT Andalan Furnindo harus bertanggung jawab atas pencemaran dan kerusakan lingkungan yang terjadi disekitar wilayah Kecamatan Tarumajaya.

"Poin 4 dan 5, yang ada di Surat Pernyataan Kesepakatan yang dilayangkan warga. Ini sulit dilakukan oleh perusahaan dalam waktu singkat, karena kesepakatan itu harus sudah disepakati Kamis (31/10/2019) besok. Apapun hasilnya, terkait poin 4 dan 5 dari surat pernyataan kesepakatan, akan kami sampaikan ke managemen perusahaan PT Andalan Furnindo, dan intinya apa yang bisa kita proses cepat, ya kita proses, misalnya bau dari sisa produksi, dan terkait kesehatan warga yang terganggu akibat sisa produksi perusahaan kami, "ungkap Malian.

Turut hadir, Supriyadi kordinator aksi, pihak PT Andalan Furnindo, Ketua Karang Taruna Segara Makmur."(*)

Reporter: Marudin
Editor: Luk
Diberdayakan oleh Blogger.