IKLAN ATAS

bisotisme

Bekasi Stadium IV Darurat Sampah, Pengamat Sebut Punya Jurus Jitu Penanganan Sampah

Meggi Brotodihardjo
Redaksibekasi.com- Kab.Bekasi: Maraknya pemberitaan, terkait ribuan ton sampah yang menutupi aliran sungai tersebar, di Kali Pisang Batu, Kali Cibalok, Kali Busa, hingga Kali Jambe di Kecamatan Tambun Selatan,Kabupaten Bekasi, Hal ini menjadi perhatian khusus Pengamat Kebijakan Publik Bekasi. Meggi Brotodihardjo.

"Lebih miris lagi soal penutupan sementara  TPA Burangkeng oleh warga sekitar, yang menilai sampah kian meluber mencemari pemukiman, serta banyaknya  Tempat Pembuangan Sampah Sementara ( TPSs) Ilegal dan Munculnya sampah import yang semakin memperparah pengelolaan  sampah di Kabupaten Bekasi," tandasnya.

Masih kata Meggi, Minimnya Sarana Prasarana pengelolaan sampah, Angkutan dan Alat Berat, TPS, container maupun tong sampah dan produksi sampah yang kian meningkat, kurangnya tenaga pembersih, serta kurangnya kesadaran masyarakat terhadap lingkungan, turut menjadikan Kabupaten Bekasi dalam kondisi Darurat Sampah.

lanjut Meggi yang juga mantan Tim Perumus Visi-Misi Kab.Bekasi menuturkan, TPA (Tempat Pembuangan Akhir Sampah)  Burangkeng, satu-satunya milik Kab Bekasi yang dibangun 24 tahun yang lalu dan sudah overload sejak Tahun 2014 bahkan dari 11,6 Ha saat ini berkurang terkena pembebasan jalan tol hampir 8000m2, maka akan semakin sulit mengelola TPA yang sudah overload menggunung setinggi  25 M itu.

"Berdasarkan data yang dihimpun dari berbagai sumber, jumlah sampah yang dihasilkan Kabupaten Bekasi saat ini setiap harinya mencapai 2.900 ton. Namun, yang dapat diangkut menuju Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Burangkeng hanya sebanyak 850 ton.“ Jadi, hampir sekitar 2000 Ton sampah yang tidak dapat terangkut ke TPA Burangkeng setiap harinya.

Sangat kontradiksi lanjut Meggi, Dengan jargon Bekasi Baru Bekasi  Bersih maupun Bekasi Bersinar. Apalagi jika merujuk kepada awal Komitmen Indonesia Bergerak Bebas Sampah 2020 serta Kebijakan dan Strategi Nasional (Jakstranas) 2025, Malah terkesan Kabupaten Bekasi saat ini stagnan/tidak tergerak.

“Kalau hanya bicara TPA yang perlu ditambah dan kenyataannya tidak segera bertambah, Anggaran yang tidak memadai, Sarana-prasarana yang masih sangat kurang, masalah sampah tidak akan pernah bisa segera diatasi dan akan semakin bertambah menumpuk terus“, tegas Meggi. 

Dengan kondisi darurat sampah dan sudah Stadium IV di Kabupaten bekasi kata Meggi, Sangatlah tidak tepat kebijakan untuk menambah Alat pengangkutan, Alat berat, melihat daya tampung TPA juga sudah overload. Itu semua baru diperlukan setelah dapat mengatasi darurat sampah ini, sudah barang tentu harus didahului dengan kajian yang komprehensif oleh ahlinya untuk menentukan Road Map pengelolaan sampah di Kab.Bekasi.

Suatu waktu TPA akan sangat penuh dan tidak dapat lagi menampung sampah, Perluasan TPA yang sudah overload sejak 5 Tahun, sudah sejak lama direncanakan akan diperluas dan kenyataannya sampai kondisi darurat sampah saat ini, dengan berbagai dalih tidak pernah terealisasi.

"Diharapkan agar semua pihak gotong-royong berkontribusi untuk segera menuntaskan kondisi darurat sampah ini  dengan segala cara dan bukan saling tuding dan saling tunggu," ucap meggi.

“Kami tidak hanya mengkritisi soal sampah semata, Ini kabupaten bekasi Darurat Sampah stadium IV, Bahwa kami juga akan segera berkontribusi dengan menyampaikan saran dan masukan kepada Pemda Kabupaten Bekasi, *Serta yang terpenting kami memiliki Jurus Jitu*, tentang solusi cepat dan tepat cara mengatasi darurat sampah ini dengan cara yang efisien dan efektif," pungkas Meggi."(*)


Reporter: Man

Editor: Luk
Diberdayakan oleh Blogger.