IKLAN ATAS

bisotisme

IPAL Jadi Catatan Khusus, Komisi III DPRD Kab. Bekasi Bersama Muspika Cek Limbah Cair PT Andalan Furnindo

Peninjauan pencemaran limbah cair PT.Andalan Furnindo (Pabrik Gula) 
Redaksibekasi.com- Tarumajaya: Menindak lanjuti hasil rapat internal, Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bekasi langsung Melakukan kunjungan ke wilayah Desa Segara makmur, dalam rangka' Membahas tentang peninjauan pencemaran limbah cair PT.Andalan Furnindo (Pabrik Gula) di Kawasan Industri Marunda Center (KIMC).

Kehadiran rombongan komisi III DPRD kabupaten bekasi diterima langsung di ruang kerja Camat Tarumajaya, Dan dilanjutkan dengan meninjau langsung lokasi PT Andalan Furnindo yang selama ini menjadi keluhan (Bau busuk) tentang  limbah yang diduga Bahan Beracun Berbahaya (B3) sisa produksi yang  berdampak lingkungan warga di tiga Desa (Segara makmur, Pantai Makmur dan Segara Jaya) kecamatan Tarumajaya. Kamis (31/10).

kedatangan kami berdasarkan laporan dari warga tiga desa yang ada di Kecamatan Tarumajaya, ini adalah persoalan serius yang butuh penangan serius pula, kalau permasalahan ini tidak bisa diselesaikan dipastikan permasalahan kepada masyarakat terkait limbah cair berbau juga tidak akan selesai, kata Uryan Riana Anggota Komisi III DPRD Kab.Bekasi.

“Pihak perusahaan harus segera memperbaiki izin IPAL, dan kami minta pihak perusahaan serius, karena mereka berada disini adalah untuk investasi. Investasi itu harus aman, bukan hanya mereka mendapat keuntungan, masyarakat juga dalam hal ini harus mendapatkan keuntungan juga, “jelasnya.

Dari kasat mata yang kita lihat penampungan limbah ini sudah menyalahi aturan, pihak perusahaan harus segera membuat kapasitas untuk IPAL berukuran besar, supaya tidak ada genangan air limbah di sembarang tempat.

“Pihak perusahaan harus memiliki komitmen dengan proses tahapan yang jelas, kapan bisa menyelesaikan izin IPAL ini, kapan dia membuat penampungan limbah yang aman, kita akan meminta komitmen perusahaan, kita memahami, betapa sulitnya pihak perusahaan dalam menyelesaikan permasalahan ini, tapi kita lebih memahami lagi tingkat kesulitan masyarakat, kami minta di MoU nanti untuk membuat proses penutupan bau ini supaya jelas, kapan, prosesnya seperti apa, dan waktu selesainya, jangan sampai MoU jalan terus tapi proses kesepakatan di MoU tidak terpenuhi, “ungkapnya.

Sementara Camat Tarumajaya mengaku geram, lantaran ketika mau masuk ke lokasi perusahaan PT Andalan Furnindo terkesan di larang, dan sempat rombongan anggota komisi III DPRD Kabupaten Bekasi tertahan di pintu masuk perusahaan.

“Baru kali ini saya mengalami masuk ke dalam lokasi perusahaan sampai segini-nya (dihalang-halangi pihak keamanan), diperiksa seperti mau mengunjungi kepala Negara, padahal ini masih wilayah kerja kita, “ujar Drs Dwy Sigit Andrian MM.

Pernah terjadi kemarin, pihak security (keamanan perusahaan) PT Andalan Furnindo di berhentikan, lantaran banyak warga masuk ke dalam perusahaan.

“Ya, kami juga kasihan, ada security yang dipecat lantaran hal yang sama terjadi beberapa waktu lalu, “ungkapnya.

Sama halnya dengan yang diutarakan Kepala Desa Segara Makmur H Agus Sopian dirinya mengaku sangat kecewa, ketika pihak perusahaan dalam hal ini tim lawyer dalam rapat bersama Muspika dan warga dari tiga desa mengatakan, bahwa bau busuk yang ditimbulkan bukan hanya dari PT Andalan Furnindo.

“Ketika kami cek ke lapangan gak ada perusahaan lain selain bau limbah cair sisa produksi PT Andalan Furnindo, dan jangan mengait-ngaitkan ke pihak perusahaan lain yang ada di kawasan Marunda Center, “kesalnya.

Dirinya mengharapkan pihak PT Andalan Furnindo kooperatif kepada lingkungan masyarakat sekitar perusahaan. Karena dampak yang ditimbulkan sangat luar biasa bagi masyarakat di tiga desa, khususnya masyarakat desa Segara Makmur.

“Kita sudah beberapa kali negosiasi terkait hal tersebut, tapi hingga saat ini belum ada realisasinya, saat ini warga masyarakat ada yang terkena penyakit ISPA, batuk, dan paru-paru, “terangnya.

Kami sangat berterimakasih sekali DPRD Kabupaten Bekasi dalam hal ini Komisi III, yang telah datang lantaran banyaknya keluhan masyarakat Tarumajaya.

“Kami berharap semua pihak dapat membantu masyarakat di tiga desa khususnya warga desa Segara Makmur, masyarakat tidak menolak adanya perusahaan di wilayah kami, tapi tolong perhatikan dampaknya ke masyarakat, “ungkapnya.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Drs Dwy Sigit Andrian MM Camat Tarumajaya, Kapolsek Tarumajaya, Danramil 02/Tarumajaya, Kepala Desa Segara Makmur H Agus Sopian, jajaran Karang Taruna Segara Makmur, serta masyarakat perwakilan tiga desa."(*)

Reporter: Red
Editor: Luk
Diberdayakan oleh Blogger.