IKLAN ATAS

Wabup Ali Yusuf Siregar, Menghadir Haul Guru Ke 17 Syaidi Syekh H Amir Damsar Syarif Alam

Add caption
Redaksibekasi.com- Tanjung Morawa: Wakil Bupati HM Ali Yusuf Siregar menghadiri Haul Guru ke 17 Syaidi Syekh H Amir Damsar Alam, pendiri thariqat Naqsyabandiyah Jabal Qubis,di Pesantren Persulukan Naqsyabandiyah Jabal Qubis, Minggu (1/12) Tanjung Morawa.

Wabup HM Ali Yusuf mengatakan Peringatan haul seorang tokoh agama adalah suatu tradisi dan kebiasaan yang dilakukan dalam kehidupan saat ini, yang memiliki arti lebih menjurus kepada memperingati riwayat perjuangan seorang tokoh agama yang diakui oleh banyak kalangan.

Dengan memperingati riwayat perjuangan tersebut, diharapkan kiranya dapat membias kedalam jiwa kita. sehingga kita dapat secara terus menerus meneladani  dan mengamalkan tuntunan agama dengan sebaik-baiknya serta mendekatkan diri kepada allah swt.

Saidi Syekh H. Amir Damsar Syarif Alam adalah seorang ulama yang telah berhasil mendirikan thariqat naqsyabandiyah jabal qubis. Beliau merupakan seorang tokoh agama yang selalu menyampaikan dakwahnya dengan cara-cara yang santun dan damai. Inilah keteladanan seorang pemimpin yang mampu menerapkan nilai-nilai kultural dan kearifan lokal dalam membangun dan menata kehidupan seseorang. Warisan beliau harus terus dijaga dengan baik, sehingga mampu terus mewarnai sikap dan perilaku kita dalam kehidupan sehari-hari.

Oleh karena itu, pada kesempatan yang baik ini marilah kita berdoa, agar beliau senantiasa mendapat tempat terbaik di sisi allah swt, dan kita semua bisa selalu mengingat, mengenang dan sekaligus meneladani nilai-nilai kebaikan yang telah diwariskan beliau. Mari kita contoh sikap dan perilaku beliau, yang tetap rendah hati, tawaduk, toleran dan penuh kasih sayang.

Saya juga ingin menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan yang tinggi kepada keluarga besar Saidi Syekh H. Amir Damsar Syarif Alam, yang telah mewarisi perjuangan beliau dalam memajukan dakwah, menyebarkan syiar islam dan menerapkan nilai-nilai universal dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Saya berharap pondok pesantren persulukan Thariqat Naqsyabandiyah Jabal Qubis dapat terus meningkatkan peran dan pengabdiannya yang lebih luas lagi dalam meningkatkan iman, ilmu, dan amal soleh kaum muslimin.

Guru Mursyid Thariqat Naqsyabandiyah Jabal Qubis Tanjungmorawa, Syekh H Ghazali An Naqsyabandi diantaranya mengatakan Hukum di Indonesia haruslah mencerminkan sifat keadilan, menjaga ketentraman, kedamaian dalam kehidupan masyarakat dan dapat mensejahterakan rakyat. Kesejahteraan yang dibenarkan oleh hukum Islam adalah manfaat yang tidak bertentangan dengan Alquran dan hadits.

Oleh karena itu bagi para pejabat negara, para pemimpin negara mulai dari tingkat daerah hingga pusat, diharapkan dapat menciptakan dan menjalankan hukum di negara kita ini. “Janganlah merancang atau menjalankan hukum bersandarkan kepada hawa nafsu, untuk kepentingan pribadi, kelompok ataupun golongan. Akan tetapi buatlah dan jalankan hukum itu bersandarkan kepada Allah. Sejatinya hukum yang dibuat Allah itu bersifat universal dan komprehensif,” tegas Syekh Ghazali.

Menurut beliau, tingkah laku para pemangku jabatan di pemerintahan yang menyimpang dari norma-norma agama, tentunya berkaitan dengan masalah akhlak. Dalam Alquran dan hadits, hukum-hukum tentang akhlak menitikberatkan pada pendidikan rohani dan pembersihan hati dari sifat-sifat tercela.

“Maka pada kesempatan ini, saya mengimbau para pemangku jabatan, baik di pemerintahan maupun di organisasi politik dan organisasi massa, kembalilah kepada tujuan utama, yakni menegakkan tata masyarakat yang adil, berdasarkan etika, dan mampu memakmurkan para penghuni bumi persada kita,” ungkap Syekh Ghazali."(*)

Reporter: Erizal
Editor: Luk
Diberdayakan oleh Blogger.