Terbaru

6/recent/ticker-posts

Tambun Selatan Dan Utara Dikepung Banjir, Kompol Siswo Terjun Langsung Bantu Evakuasi Warga

Add caption
Redaksibekasi.com- Tambun Selatan: Memasuki awal tahun baru 2020, Curah hujan yang tidak henti hentinya dimulai hari selasa tanggal 31 Desember 2019 jam 16.00 wib sampai dengan hari Rabu tanggal 1 Januari 2020 jam11.00 wib, Hal ini mengakibatkan  hampir sejumlah wilayah di kabupaten bekasi terendam banjir, Seperti halnya banjir yang menggenangi beberapa wilayah di Tambun selatan, Dengan ketingian air mencapai 50-70 Cm. Kejadian ini membuat unsur Muspika Tambun Selatan terjun langsung sambangi warga dan membantu evakuasi warga dengan berkordinasikan ke pemerintah daerah untuk mengadakan Perahu Karet.

"Yah, Untuk Evakusi warga di laksanakan oleh Binmas Polsek Tambun,TNI Koramil,  Damkar dan Dishub," Kata Kapolsek Tambun H.SISWO SH di lokasi banjir Metland Desa Tambun kepada awak media. Kamis 2 Januari 2020.

Di katakan Kapolsek Tambun, Untuk saat ini wilayah yang terendam banjir diantara nya"

Perumahan Jatimulya " Kelurahan Jatimulya lokasi Rw 15 Rt 01 (ketinggian 50-100 cm).Rw 12 (ketinggian 35-50cm) Rw 13 (ketinggian 35-50) Perumahan pondok Timur Indah (PTI) Rw 16 (Ketinggian 35-50 cm) Regency Jatimulya RT 03, 04 RW 08 (ketinggian 35-50 cm).

Desa Lambangsari Kecamatan
Tambun Selatan
Perumahan Dukuh Bima, (ketinggian 50-100 cm).

Desa Tridayasakti, ti1tik terparah diantaranya Perumahan Taman Tridaya Indah RW 14, 15 (ketinggian 100-150 cm) Perum Taman Ria Persada RW 17 (ketinggian 100-150 cm).

Desa Mangunjaya titik terparah Perumahan Papan mas Blok D RT 02/09 (ketinggian 35-50cm)-Blok C, D RT 07/08 (ketinggian 35-70 cm).

Desa Setia mekar titik terparah
Perumahan Papan mas
Blok F (ketinggian 50-100 cm) ke

Desa Mangunjaya titik terparah
Perumahan Graha Prima dimulai dari Blok A, B, C, D, E, F dan G,  RW 16 (ketinggian 35-50cm). Blok H RW 6 (ketinggian 35-100 cm)

Desa Sumberjaya titik terparah Perumahan Griya asri 2, Blok I bawah, (ketinggian 50-70 cm). Perumahan Villa Bekasi Indah 2, Blok F, J, K (ketinggian 50-70 cm).

Desa Setiadarma titik terparah nya hanya satu Rw saja yaitu Graha Kalimas 1 RW 09 (ketinggian 100-125 cm). Yang lainnya masih aman dan terkendali.

Desa Tambun titik terparah Kp. Pekopen RT. 02/07 (ketinggian 30-50 cm).Kp. Kelapa Bahagia RT. 06/03 (ketinggian 30-50 cm). Kecamatan Tambun selatan 

Masih dikatakan Kapolsek, Terkait titik rawan banjir bukan wilayah Tamsel saja,  Untuk wilayah tambun utara juga ada beberapa Desa yang terendam Banjir yaitu

Desa Srimukti titik terparah Kp. Gabus Gedong RT. 01/06, (ketinggian 15 cm).ke 11.Desa "Jejalenjaya titik terparah, Perumahan GSP Kp. Jalen RW 09, (ketinggian 15-50 cm). Perum Kintamani Rw 08, (ketinggian 15-70 cm).

Desa Srimahi titik terparah Kp. Pulo Puter RT. 01/02 Jalan Desa Srimahi (perbatasan dengan Ds. Jejalen) di jalan Desa terendam Banjir mencapai (ketinggian 70 cm) Kecamatan Tambun Utara dari beberapa Desa yang ada di Dua Kecamatan yang saat ini terkena bencana Banjir akibat curah hujan selama dua hari dua malam yang bertepatan datangnya pergantian tahun baru 2020 ucap Kapolsek Tambun selatan "Kompol H.SISWO SH.

Sementara itu, Camat Tambun Selatan Drs. JUNAIFI pada saat tinjau lokasi bersama unsur Muspika lainnya menuturkan. Dalam Antisipasi dan mengevakuasi bagi Warga yang terjebak banjir di wilayah Tamsel pihaknya sudah bergabung dengan Kepolisian sektor Tamsel dan Koramil 01 Tambun dan para Kades," Kata Junaefi.

"kami sudah melaporkan secara lisan maupun layangkan surat kepemda Bekasi yang tentunya ke BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah)," tegas Camat Junaefi.

Terpisah Anto (45) salah seorang warga yang rumahnya terendam Air diwilayah Desa Mekar Sari Tambun Selatan, sewaktu dikonfirmasi terkait musibah ini menuturkan dan sangat berterima kasih kepada pihak intansi pemerintahan tambun selatan di Mulai dari Kepala Desa, Kapolsek, Camat Dan Koramil 01 dengan ada nya bencana ini sangat sigap dan proaktif.

"Yah, Pemerintah hadir ditengah masyarakat dan terjun langsung kelokasi-lokasi yang terkena dampak banjir untuk memberikan pertolongan atau mengevakuasi bagi warga yang terjebak banjir.

"Alhamdulillah musibah banjir 2020 ini tidak terjadi apa-apa dan tidak ada korban jiwa walaupun ada, Hanya kerusakan matrial saja," Ucap Anto dengan nada lemes.

Anto memiliki harapan kepada pemerintah untuk kedepannya minta diperhatikan lagi dalam hal keamanannya baik itu tanggul kali dan saluran-saluran air yang tidak berpungsi karena itu salah satunya hambatan yang menimbulkan banjir
dan yang tak kalah pentingnya bantuan Sembako karena saat ini warga belum bisa beraktivitas masih rapih-rapih rumah akibat banjir tersebut ucapnya sambil tersenyum kecil."(*)

Reporter: Yma
Editor: Luk
Baca Juga