Terbaru

6/recent/ticker-posts

Butuh Perhatian Pemerintah, Remaja Buni Bakti Buka Posko Bantuan Korban Banjir Jilid 2

Musibah banjir Jilid 2 berangsur surut, Akan tetapi tidak dengan wilayah desa Buni Bakti kecamatan Babelan
Redaksibekasi.com- Babelan: Nyok Peduli banjir Desa Buni Bakti, Akibat luapan sugai CBL dan itensitas curah hujan yang tinggi Jilid ke 2 (sejak tanggal 23 Februari 2020 lalu-red), Mengakibatkan sejumlah wilayah di bagian utara bekasi terpapar banjir bahkan ada di beberapa wilayah nyaris tenggelam, Seiring berjalannya waktu musibah banjir Jilid 2 berangsur surut, Akan tetapi tidak dengan wilayah desa Buni Bakti kecamatan Babelan.

"Diwilayah lain air bisa surut akan tetapi di Buni Bakti, Air sempat bermukim cukup lama, Hal ini yang mengakibatkan sejumlah aktivitas warga lumpuh total, Bahkan Sebagian warga mulai merasakan gatal-gatal (penyakit kutu air)," kata Lukman Nurhakim, S.Pd. Koordinator POSKO BANJIR RT. 10/11 JL. raya pertamina RT. 10 RW. 06 Gaper poncol indah Desa Buni bakti kecamatan Babelan Kabupaten bekasi.

"Yang menjadi miris lagi, Bencana Banjir Buni Bakti Jilid 2  Tanpa adanya bantuan dan kepedulian dari pihak manapun,  Warga berjuang sendiri untuk mendapatkan  bahan makanan dan minuman serta kesehatan, Padahal di depan mata di wilayah Buni Bakti ada Mega proyek Waskita dan beberapa pengembang perumahan, Tapi mereka diam membisu, Bahkan untuk pinjem pakai tenda Waskita untuk Posko banjir tidak di perbolehkan, Harus pakai prosedur, Padahal ini darurat," Ujar Lukman dengan nada rendah.

Dikatakan Lukman, Diakuinya sejak terjadi banjir Jilid 1 (Tanggal 1 Januari lalu) Warga juga mengalami musibah banjir yang cukup parah, Akan tetapi sejumlah warga  dapat bantuan dan kepedulian dari PT. Cikarang Listrindo (CL) Tbk, yang memberikan Bantuan sembako melalui Pa Ronald.

"Tapi untuk Bencana Banjir Jilid 2, sampai saat ini, belum ada kepedulian dan perhatian baik dari pemerintah desa, kecamatan maupun para pengembang  perumahan dan Mega proyek Waskita yang seolah diam dan tak peduli, Padahal mereka lagi berusaha dikampung kita yang tidak jauh dari pemukiman warga," ungkap lukman.

Dijelaskannya, Pada banjir Jilid 2 kali ini,  Pertama Air mulai masuk pada tanggal 25, 26 februari 2020 dengan ketingian air 110 cm 80 cm dan terendah 60 cm, Sampai dengan hari ini 27 februari 2020, masih terdapat titik-titik wilayah yang masi tergenang air. Wilayah yang terdampak, yakni RT. 14, RT 15, RT.10 RT. 11 RT. 12 Dusun II Desa Buni Bakti.

"Yah, Saat ini air berangsur surut, Dampak Banjir jilid2 mengakibatkan 1.542 rumah yang terendam, Jembatan dan jalan utama antar desa tidak bisa dilalui, Puluhan hektar lahan pertanian gagal panen, Puluhan jiwa mengungsi," Jelasnya.

Lanjutnya, Saat ini Ketingian air dipemukiman mulai 40cm hingga 60cm, Namun menyisakan permasalahan baru (pasca banjir) Diantaranya.

"Masih ada titik-titik pengungsian, Timbulnya penyakit kutu air, Belum adanya bantuan dari pihak manapun untuk meringankan korban banjir, Yah katanya di Kantor kecamatan ada bantuan, tapi tak sampai di wilayah  Kami," ungkap lukman.

Sementara itu dikatakan Madinah (22),  Lantaran tidak adanya kepedulian dari pemerintah dan Pengusaha lokal (Wika dan vendor lainnya) serta pengembang yang ada di Buni bakti, kami atas nama remaja, membuka posko bantuan banjir warga RT 10/11,

"Yah, Inilah upaya kami sebagai remaja bersama rekan sependeritaan sesama korban banjir, membuat posko Bantuan Banjir, Mungkin ada kepedulian dari para donatur dan masyarakat umum yang ingin memberikan donasinya," Kata Madinah."(*)

Reporter: Man
Editor: Luk
Baca Juga