Terbaru

6/recent/ticker-posts

Gaungkan Perang Lawan Politik Dinasti Di Bumi Labusel, Syahban Siregar: Saatnya Kaum Milenial Angkat Bicara

Syahban Siregar, S.H.
Redaksibekasi.com- Jakarta: Tercium aroma segar akan muncul dinasti politik di Labuhan Batu Selatan (Labusel), Hal ini menjadi perhatian serius kalangan kaum milenial Labusel baik yang berdomisili di Labusel maupun Perantau asal Labusel, Sejak dini dari mulai  perantau sampai praktisi hukum mulai berbondong-bondong menolak rencana Pencalonan Isteri Bupati Labusel yang bakal ikut Kontestasi Pilkada.

"Dengan Politik Dinasti membuat orang yang tidak kompeten memiliki kekuasaan. Tapi hal sebaliknya pun bisa terjadi, dimana orang yang kompeten menjadi tidak dipakai karena alasan bukan keluarga," Kata Syahban Siregar, S.H., Salah satu Perantau asal Sungai Kanan Labuhan Batu Selatan, Kamis (6/2/2020) di Bekasi Jawa barat.

"Dinasti politik adalah kekuasaan yang secara turun temurun dilakukan dalam kelompok keluarga yang masih terikat dengan hubungan darah tujuannya untuk mendapatkan atau mempertahankan kekuasaan," tandasnya.

Dikatakan Syahban, Ada 4 poin yang harus dicermati Hal-Hal Yang Mengakibatkan Munculnya Dinasti Politik Adalah:

1. Adanya keinginan Dalam diri atau pun keluarga untuk memegang kekuasaan.

2. Adanya kelompok terorganisir karena kesepakatan dan kebersamaan Dalam kelompok sehingga terbentuklah penguasa kelompok dan pengikut kelompok.

3. Adanya kolaborasi antara penguasa dan Pengusaha untuk mengabungkan kekuatan modal dengan kekuatan Politisi.

4. Adanya Pembagian tugas antara kekuasaan politik dengan kekuasaaan Modal Sehingga Mengakibatkan terjadinya KORUPSI.

Sejurus hal tersebut, lanjut Syahban Siregar, Dalam konteks Pilkada Labusel yang akan datang, Aroma Politik Dinasti sudah terdeteksi Kental. Salah satu kompas petunjuk Dinasti Politik di Labusel pada Pilkada yang akan datang ialah Munculnya Bakal calon (Bacalon) "Isteri Bupati" Labusel yang digadang-gadang akan ikut kontestasi Pilkada.

 "Politik Dinasti di Labusel harus dihalau. Sebab, apabila Politik Dinasti tumbuh subur di Labusel kemungkinan akan membawa dampak Negatif pada Demokrasi di Bumi Labusel," ungkap Syahban.

"Kami sebagai kaum muda Perantau Asal Labusel Menolak keras Politik Dinasti," tandasnya.

Lebih lanjut kata Syahban yang juga tercatat sebagai Mahasiswa Program Studi Magister Ilmu Hukum Universitas Bhayangkara ini mengatakan, Dirinya akan terus membangun komunikasi dengan kaum milenial dan akan mencoba memberikan pemahaman atas dampak dari Politik Dinasti yang sudah kental terlihat di Labusel.

"Akan kami lakukan terus komunikasi dengan teman-teman, dan mencoba mengkampanyekan dampak negatif dari Politik Dinasti," tegasnya.

Ditempat terpisah, Kaum milenial Perantau asal Labusel lainnya "Ali Aman Siregar" menjelaskan, bahwa dirinya juga tidak sepakat Politik Dinasti di tanah kelahirannya. Ia berharap para kaum milenial harus terus menggaungkan Penolakan Dinasti Politik di Bumi Labusel.

"Saya tidak setuju Politik Dinasti tumbuh ditanah kelahiran saya, sebab hal tersebut akan menghambat Demokratisasi. Saya berharap seluruh kaum milenial Labusel menggaungkan perang terhadap Politik Dinasti," tegas Ali Aman Siregar."(*)

Reporter: Red
Editor: Luk
Baca Juga