Polisi Tangkap Geng Motor Pelaku Pembacokan di Bekasi - Redaksi Bekasi

IKLAN ATAS

Polisi Tangkap Geng Motor Pelaku Pembacokan di Bekasi

Polisi Tangkap Geng Motor Pelaku Pembacokan di Bekasi
RedaksiBekasi.com - Polisi menangkap tujuh pelaku pembacokan beruntun terhadap empat orang dalam satu malam di Bekasi, Jawa Barat. Pelaku diketahui anggota geng motor AKRAM di Bekasi, komplotan penjambret telepon genggam yang tak segan melukai korbannya.

Dalam satu malam, komplotan ini menyasar empat korban di empat lokasi berbeda Jati Kramat Raya, Bekasi, Jawa Barat. "Satu kelurahan tapi beda titik saja. Ada di depan klinik, ada di depan tukang nasi goreng, di dekat warung kopi dan di dekat setu babakan," rinci Yusri.

Pelaku berinisial F, NL dan AH. Sementara, empat pelaku lainnya masih kategori anak di bawah umur. Tiga pelaku lainnya masih berstatus buron.

"Empat lainnya tidak bisa disebutkan karena anak di bawah umur. Ada tiga DPO, inisial A, F dan D," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus saat dikonfirmasi di Jakarta, Sabtu, 22 Februari 2020.

Seluruh pelaku diidentifikasi kelompok salah satu geng motor di Bekasi. Sebelum menjalankan aksinya, pelaku berkumpul di pom bensin dan membagikan senjata tajam.

"Ada empat motor untuk 10 orang itu. Jadi, ada bonceng dua, ada bonceng tiga. Sistemnya mereka jalan dibagi dua.Sasaran anak-anak yang saat malam hari memegang hp. Datang minta hp enggak dikasih langsung dibacok," beber Yusri.

Yusri menyebut, para pelaku menjalankan peran yang berbeda. Tersangka F dan NL selaku eksekutor, sementara tersangka AH sebagai joki.

"AF dan NL menjambret hp korban di empat TKP dalam satu malam. Dari empat TKP itu, semua korban dibacok," tutur Yusri

Kemudian, dua dari tersangka di bawah umur juga selaku eksekutor. Dua lainnya sebagai joki. "Rata-rata usia pelaku di bawah umur ini 15 tahun," sebut Yusri.

Lalu, tersangka DPO yakni A merupakan otak dari aksi kriminal ini. Dia memimpin dan memfasilitasi celurit kepada tersangka lainnya. Tersangka DPO lainnya, F dan D juga selaku eksekutor.

"Hasil uang curian hp itu dijadikan untuk foya-foya. Sementara mereka semua merupakan anak-anak putus sekolah," ujar Yusri.

Saat ditangkap, polisi menyita barang bukti sejumlah handphone, beberapa celurit dan empat sepeda motor yang digunakan saat beraksi. Korban mengalami luka bacok di bahu, leher dan tangan. Saat ini korban tengah menjalani perawatan intensif di rumah sakit.

Ketujuh pelaku telah ditahan di rumah tahanan Polda Metro Jaya. Mereka terancam dijerat Pasal 365 KUHP dengan ancaman hukuman sembilan tahun penjara.

"Sementara anak di bawah umur sistemnya peradilan anak," ucap Yusri.

Diberdayakan oleh Blogger.