Prajurit Siswa Kodiklatal Berhasil Atasi Kebakaran Di Puspeknubika Kodiklatal - Redaksi Bekasi

IKLAN ATAS

Ahmadi Setia Mulya Tarumajaya

Prajurit Siswa Kodiklatal Berhasil Atasi Kebakaran Di Puspeknubika Kodiklatal

Add caption
Redaksibekasi.com- Surabaya: Suara sirine terdengar keras di area di Pusat Penyelamatan Kapal Nuklir Biologi dan Kimia (Puspeknubika) Komando Pembinaan Doktrin Pendidikan dan Latihan TNI Angkatan Laut (Kodiklatal). Disusul kemudian peringatan kebakaran di area pendaratan helikopter di lokasi tanpa kepulan asap yang membumbung angin kencang membuat api semakin ganas dan melumat Semua material yang ada.

Disusul 51 prajurit TNI AL yang berada di dekat lokasi kebakaran sigap bertindak mereka dibagi menjadi dua kelompok setiap kelompok anggota diberi tugas berbeda ada yang bertanggung jawab untuk pemadaman api, penyelidikan serta pengaturan selang dan air mereka lantas membentuk dua barisan sembari membawa selang mereka mendekati api kencangnya tekanan air yang keluar dari selang membuat tubuh petugas di barisan terdepan terlihat seperti hendak terpental ke belakang beruntung penahanan dari anggota lain berhasil membuat mereka tetap berada pada posisi awal.

Hanya dalam waktu 10 menit api dapat dipadamkan tidak ada korban jiwa namun prajurit yang kebagian tugas penyelidikan segera mengamati lokasi. Peristiwa itu hanyalah simulasi Latihan Peran kebakaran yang dilakukan Siswa Pendidikan Pertama Bintara Prajurit Karier (Dikmaba PK) TNI AL angkatan ke-39 yang tengah menempuh Pendidikan di Pusat Latihan Pendidikan Dasar Kemiliteran (Puslatdiksamil) Komando Pembinaan Doktrin Pendidikan dan Latihan TNI Angkatan Laut (Kodiklatal).

Latihan penanggulangan kebakaran ini  diikuti 495 Siswa Dikmaba yang terbagi dalam beberapa gelombang, tiap gelombang diikuti 51 Orang siswa. Sebelum pelaksanaan Latihan praktek para siswa mendapat materi secara umum tentang alat dan cara penggulangan kebakaran, untuk selanjutnya melaksanakan lattek penanggulangan kebakaran baik sekala kecil maupun besar.

Untuk tahap pertama simulasi kebakaran berlangsung di area outdoor kemudian dilanjutkan penanganan di ruangan layaknya di dalam kapal laut. Dalam lattek simulasi kapal ini mereka menghadapi tantangan yang lebih sulit, sebab selain memadamkan api mereka harus menyelamatkan orang yang berada di dalamnya. Oleh karena itu sebelum ke tahap selanjutnya siswa harus menguasai teknik penanganan kebakaran di area terbuka."(*)

Reporter: Erizal
Editor: Luk

Diberdayakan oleh Blogger.