Cegah Merebaknya Wabah Covid-19, Ini Saran Tokoh Masyarakat 'Adat Beng' Untuk Gubernur Bali - Redaksi Bekasi

IKLAN ATAS

Ahmadi Setia Mulya Tarumajaya

Cegah Merebaknya Wabah Covid-19, Ini Saran Tokoh Masyarakat 'Adat Beng' Untuk Gubernur Bali

Tokoh Masyarakat Adat Beng, Pande Nyoman Mangku Rata
Redaksibekasi.com- Bali: Tokoh Masyarakat Desa Adat Beng, Kecamatan Gianyar, Pande Nyoman Mangku Rata, Menyampaikan saran/masukan untuk mencegah merebaknya wabah virus Corona (Covid-19) di Provinsi Bali dan Indonesia umumnya. Selasa (17/3/2020) Yang di tujukan kepada Gubernur Bali, Ini isi lengkapnya.

Kepada, Yth Gubernur Bali
     di - Denpasar

'Surat Terbuka'

Sehubungan instruksi Presiden RI Joko Widodo dalam menanggulangi penyebaran wabah Covid-19, maka saya atas nama tokoh masyarakat Desa Adat Beng, Kecamatan Gianyar, Kab Gianyar dan penggiat anti korupsi di Provinsi Bali menyampaikan saran/masukan untuk mencegah merebaknya wabah virus Corona (Covid-19) di Provinsi Bali dan Indonesia umumnya. Ada pun masukan/saran saya, adalah:

1. Jadikan desa (desa dinas, desa adat, dan lembaga subak) serta tokoh masyarakat dari berbagai bidang di desa, sebagai benteng terdepan untuk menangkal merebaknya Covid-19 masuk desa.

2. Pemerintahan desa dan jajaran harus melindungi perekonomian dan kehidupan sosial akibat dampak sebaran Covid-19.

3. Desa dan jajaran agar membuat kesepakatan untuk menyebarkan imbauan kepada masyarakatnya tentang kewaspadaan terhadap sebaran Covid-19, sesuai peraturan dan imbauan dari pemerintah lebih tinggi.

4. Desa wajib mengimplementasikan secara intensif peraturan dan imbauan pencegahan sebaran Covid-19 sesuai desa (tempat), kala (waktu), patra (situasi). Implementasi dimaksud guna menghindari Bali menerapkan lockdown karena sebaran Covid-19.

5. Lakukan proteksi dan pengecekan sesuai standar kesehatan terhadap warga desa yang datang dari luar negeri.

6. Warga desa agar tak berkeliaran atau berkelompok, kecuali kepentingan amat mendesak. Masyarakat Bali juga agar menghindari kegiatan sejenis matajen (sabungan ayam).

7. Saat ada upacara keagamaan Hindu, piodalan, dan setingkat lainnya, kepada warga yang kondisi badannya sedang meriang atau tidak enak badan, sebaiknya jangan ke pura atau ke lokasi upacara.

8. Desa agar membentuk tim penanggulangan Covid-19 dengan melibatkan tokoh masyarakat dan petugas kesehatan.

9. Guna mencegah dampak sebaran Covid-19 terhadap kondisi perekonomian masyarakat desa, saya menyarankan :

Jajaran Pemerintah Provinsi Bali dan pemerintah Pusat agar  mencermati secara saksama stok pangan untuk masyarakat desa.

Masyakat desa khususnya agar kembali memanfaatkan pekarangan/lahan secara intensif agar menghasilkan bahan pangan untuk keluarga.

Memfungsikan pasar desa untuk mencegah agar warga desa tidak berbelanja ke pasar umum kabupaten/kota.

Masyarakat agar menjalani hidup bersih dan sehat, lebih mengirit serta tidak berfoya-foya.

Semoga imbauan ini dapat dijalankan dan bermanfaat untuk kita semua. Saya permaklumkan kepada Bapak Gubernur Bali bahwa saran atau masukan ini akan saya pertegas lagi dengan mengirimkan surat resmi. Atas perhatiannya, saya sampaikan terima kasih.

Plt Ketua Garda Tipikor Provinsi Bali "Pande Nyoman Mangku Rata."(*)

Reporter: Man
Editor: Luk

Diberdayakan oleh Blogger.