Terbaru

6/recent/ticker-posts

Kades Sukamakmur Apresiasi Kunjungan Reses Anggota DPR RI

kegiatan Reses Anggota DPR RI masa sidang II Tahun 2019-2020 Kang Dedi Mulyadi
Redaksibekasi.com- Sukakarya: Kepala Desa Sukamakmur Wawan Kurniawan sangat mengapresiasi kegiatan Reses Anggota DPR RI masa sidang II Tahun 2019-2020 Kang Dedi Mulyadi pada selasa, (10/03/2020), pasalnya dalam kegiatan tersebut Anggota DPR RI Fraksi Partai Golkar Dedi Mulyadi turun langsung menanam padi bersama. "Sangat mengapresiasi kegiatan tersebut, semoga menjadi inspirasi warga dalam menanam padi,"ujar pria yang mempunyai satu orang putra ini kepada Redaksibekasi.com.

Dikatakannya, tema yang diambil dalam reses masa sidang II sangat menyentuh terhadap masyarakat, karena mengajak untuk bercocok tanam yang lebih baik. Temannya Bagus, Ngadu Tuur Kuli Tandur artinya bersama dalam kekompakan,"terangnya.

Wawan berharap, seluruh aspirasi yang disampaikan saat reses semoga terealisasi, sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat. Ya Kita berharap kepada Kang Dedi Mulyadi untuk merealisasikan aspirasi masyarakat terutama Bendungan Caringin Kali Ciherang segera dinormalisasi," harapnya.

Lebih lanjut, Wawan Kurniawan mengucapkan terima kasih kepada Anggota DPR RI Kang Dedi Mulyadi, Anggota DPRD Kabupaten Bekasi H. Sarim, Muspika Kecamatan Sukakarya, para Kepala Desa, Petani serta masyarakat Desa Sukamakmur. "Terima kasih kepada semua unsur, semoga apa yang kita sampaikan dapat terealisasi," tuturnya.

Ditempat yang sama, Kasi Ekbang Sukakarya Edi Sutrisna, S.Ag mengatakan kunjungan beliau (Kang Dedi Mulyadi) sangat memperhatikan para petani dalam memajukan hasil pertanian dan mensejahterakan masyarakat.
"Beliau menghimbau masyarakat agar tidak meninggalkan pertanian, karena semakin kita mengharapkan impor beras sudah pasti ketergantungan pangan akan sangat tinggi dan harga pangan pun bisa melambung," ucapnya.

Dikatakannya, Dunia pertanian saat ini bukan hal sederhana, karena disamping olah lahan yg merepotkan, biaya tanam yang cukup mahal termasuk pupuk dan obatnya, petani bayang bayang kegagalan kelola dan hasil pertanian. "Para petani tetap merasa waswas seperti gagal karena hama, kutu, wereng, ulat maupun tikus,  ada pula kegagalan karena bencana banjir,  tak kalah sulitnya juga mereka dibayangi oleh bencana kekeringan yg melanda lahan mereka,"beber pria asli pebayuran ini.

Edi Sutrisna, Menambahkan pekerjaan ekstra buat kami pemerintahan adalah memperbaikin infrastruktur pertanian yg saat ini sudah sangat memprihatinkan, dengan kondisi pintu air yg tak berfungsi,  saluran sekunder, tersier dan lening yg sudah berantakan yg semakin nambah daftar pekerjaan yg harus secepatnya dibenahi. Karena semuanya akan berakibat pada hasil panen yang akan di dapat oleh para petaninnya.

"Mudah-mudahan, Kita selalu berjuang untuk pertanian mengusulkan perbaikan infrastruktur pertanian, sehingga para petani tidak lagi disibukkan cari air yg selalu kekurangan, disamping itu juga kita selalu berupaya menanggulangi hama yang ada sehingga tdk lagi gagal panen akibat hama2 tersebut,"terangnya.

Lebih jauh, Edi mengutarakan dengan semakin modern alat alat pertanian terus berupaya mempermudah dalam pengolahan lahan, penanaman dan pemanenan hasil pertanian dengan alat yang canggih agar hasil pertanian semakin meningkat.

"Untuk normalisasi kali ciherang,  tahun ini mudah-mudahan terealisasi kegiatan tersebut agar kali ciherang menjadi sumber air pertanian yg diharapkan semua petani,"pungkasnya."(*)

Reporter: Nilan
Editor: Luk
Baca Juga