Bukan Hanya Lahan Warga Sukamekar, Tapi Lahan PT.BBI Ikut Digerus Dozer, Ini Kata Lawyer Jamaludin, SH - Redaksi Bekasi

IKLAN ATAS

Bukan Hanya Lahan Warga Sukamekar, Tapi Lahan PT.BBI Ikut Digerus Dozer, Ini Kata Lawyer Jamaludin, SH

Warga Desa Sukamekar kecewa dan langsung memberhentikan operator Buldozer
Redaksibekasi.com- Sukawangi: Warga Desa Sukamekar kecewa dan langsung memberhentikan operator Buldozer, Lantaran tanaman singkong yang siap panen di lokasi Kali Bedah garapannya digerus habis oleh Buldozer.

"Ini Gak bisa dibiarkan, Harusnya pihak pengembang jika ingin membuat badan jalan atau apapun namanya, Setidaknya ada omongan atau sosialisasi dulu, Lahan yang saya garap ini ada tanaman daun singkon yang sudah siap panen, Tapi kenapa langsung di gerus dozer," Ungkap Pa Rimun (45) penggarap lahan yang di tanami pohon Singkong di Kali bedah Sukamekar. kamis (9/4/2020).

Diakui Pa Rimun lahan garapan ini, Memang milik PJT akan tetapi saya garap dengan di tanami pohon singkon daun yang siap panen.

"Jika PJT yang ingin pakai, kapanpun kami siap tentu ada sosialisasi, Tapi ini ada pengembang Perumahan seenaknya saja Main gusur, Setidaknya kami sebagai penggarap diajak ngobrol lah, Ini ada daun singkong yang siap panen gimna?, Kenapa main gerus saja," Keluh Pa Rimun.

Sementara itu diketahui sejak pagi hari Ratusan masyarakat desa Sukamekar, Kecamatan Sukawangi, Kabupaten Bekasi, mendatangi lahan mereka yang diduga dikuasai pihak PT.Bagasasi, pasalnya ada dugaan beberapa lokasi lahan warga yang  digusur oleh perusahaan, tetapi statusnya masih belum dibayarkan.

"Secara spontan kami mendatangi lokasi lahan milik kami, karena hingga saat ini lokasi milik kami belum dibayar, kalau sudah digerus seperti ini kami khawatir pembayarannya tidak sesuai dengan keinginan kami," Kata Pa Uni Sahrudin kepada awak media.

Dan kami minta apabila lahan kami belum dibayar, hentikan dulu kegiatan alat berat tersebut dilahan yang kami miliki.

"Kami tidak melarang pihak perusahaan melakukan kegiatannya, tetapi jangan masuk di lahan warga yang belum dibayar oleh pihak perusahaan, kalau pihak perusahaan masih tetap melakukan pekerjaan, kami akan stop alat berat dengan paksa, "ungkap Pa Uni Sahrudin.

Sementara, Jamaludin, SH selaku Laywer PT Bekasi Bahagia Investama (BBI) mengatakan, dirinya mewakili PT.BBI, sudah menyampaikan peringatan secara lisan dan kita juga sudah sampaikan peringatan secara tertulis kepada pihak-pihak yang kami curigai saat itu, yang telah menurunkan alat berat kelokasi.

"Hari ini kami menyampaikan pernyataan keras kepada pihak pihak yang melakukan dan menurunkan alat berat dengan alasan apa pun, karena di dalam area ini ada izin lokasi PT BBI yang masih aktif sampai dengan tahun 2023, "ujarnya.

Kemudian alasan yang kedua juga kita sampaikan bahwa ada tanah tanah PT BBI yang kami beli dari warga yang secara sah dan legal, dan perwakilan PT Bagasasi meminta kepada kami untuk menunjukan suratnya, dan masyarakat-pun yang mempunyai lahan disini diminta untuk menunjukan surat-surat asli, ini belum kami tanggapi karena bukan begini caranya.

"Yang juga perlu kita soroti hari ini bahwa masyarakat desa Sukamekar terutama yang mempunyai lahan lahan di sini juga bergerak hari ini menyampaikan kekesalannya, karena yang saya dengar juga lahan mereka ada yang belum dibayarkan, "ini murni spontan dilakukan warga.

"Kedatangan saya kesini untuk meninjau lokasi tanah-tanah milik PT.BBI, apakah juga ikut di gusur di pekerjaan ini," pungkas Jamaludin, SH selaku Laywer PT BBI.

Sementara itu hingga berita ini di publis belum ada dari pihak PT Bagasasi, maupun Kepala DeSa Sukamekar yang dapat di mintai keterangannya terkait kerumunan ratusan warga di tengah sawah."(*)

Reporter: Red
Editor: Luk

Diberdayakan oleh Blogger.