Terbaru

6/recent/ticker-posts

Ditengah Wabah Corona Warga Sukawangi Menjerit, Diduga Dana PKH Disunat, Ini Tanggapan Pendamping PKH

Add caption
Redaksibekasi.com- Kab.Bekasi: Dana bantuan program keluarga harapan (PKH) di Desa sukakerta kecamatan sukawangi kabupaten bekasi diduga ada potongan. Pada Akhirnya sejumlah keluarga kurang mampu di desa ini pun mengeluhkan ketidaktransparan oknum pendamping.

Besaran dana bantuan, dinilai tidak sesuai dan bahkan diduga seringkali kurang dari jumlah yang seharusnya didapat oleh sejumlah penerima manfaat.

Berdasarkan pengakuan beberapa orang penerima, dana yang diterima dari pusat sebenarnya jauh lebih besar dibandingkan yang mereka terima dari pendamping PKH.

"Setiap dana bantuan program PKH turun kadang-kadang saya dapat 300 ribu kadang 400 ribu jadi kurang jelas dan transfaran," Kata Pa Mirto (55) warga Desa Sukakerta, kamis, (2/4/2020).

Lanjut Pa Mirto, Padahal anak sya yang masih sekolah ada yang di SD, SMP dan SMA, Aneh! banyak Kejanggalan dan tidak transfaran nya penerima di akui tidak merata, Kami warga kecil gak bisa berbuat banyak,

"Ada banyak penerima PKH yang di berikan oleh pendamping (Sdk dan AS Korcam Sukawangi-red) tidak ada transfaran juga karena ketika menerima bantuan PKH  tidak di sertai struk pengambilan dari ATM," paparnya.

Sementara itu pihak Desa Sukakerta saat dimintai tanggapannya menuturkan, Terkait PKH dan permasalahan potongan serta lainnya, Pemerintah desa, kata dia, tidak tahu berapa banyak orang, siapa saja dan, berapa besaran dana pencairan yang harusnya diterima penerima bantuan.

"Kami sering dimintai data penerima PKH dari kecamatan, tapi sampai saat ini kami tidak mengetahui bahkan pendamping PKH Desa pun tidak memberitahukan," kata dia.

Dikatakan Staf Desa, pihak desa sering mendapat keluhan dari warga penerima manfaat yang tidak disertai struk pengambilan saat pembagian uang. Bahkan, desa juga tidak mengetahui keberadaan kartu ATM sampai sekarang karena terus dipegang pendamping PKH.

Ia pun sangat menyayangkan adanya tindakan mengambil hak milik orang tidak mampu. Seharusnya, pendamping PKH melaporkan data ke desa agar bisa menjadi acuan jika ada penerimaan lainnya untuk para penerima PKH.

"Tapi, bagaimana kami mau menegur karena pendamping PKH saja tidak pernah datang ke desa. Selain itu, ada juga laporan yang biasanya menerima kini tidak, bahkan tidak ada pemberitahuan terlebih dahulu," tandasnya.

Sementara itu saat di konfirmasi Sodik pendamping PKH Menuturkan, Tidak ada potongan seribu rupiahpun, bahkan hal itu  tercantum dalam surat pernyataan dari anggota dan ketua Kelompok yang telah di tanda tangani. "Saya tidak ada pemotongan PKH Seribu rupiahpun," tega Sodik Pendamping PKH Sukakerta.

Dikatakan Sodik, Terkait adanya penerimaan PKH yang menerima Rp 300 dan Rp 400 memang benar adanya, akan tetapi hingga saat ini datanya belum balance, Kadang bantuan untuk SD malah dapetnya SMP dan sebaliknya.

"Saya bukan membantah, tapi realnya seperti itu, Bahkan untuk berikutnya saya akan mengajukan tambahan tenaga pendamping PKH, agar program pemerintah berjalan lancar," pungkas Sodik.

Diketahui sebelumnya, Diduga Kasus pemotongan PKH sudah sering di dengar bahkan terabaikan, Akan tetapi lantaran banyak warga yang mengeluh, kami sebagai sosial kontrol tentunya merasa perlu untuk mengetahui lebih banyak tentang apa dan bagaimana permasalahan yang terjadi di masyarakat. Hingga berita ini tayang pihak Korcam PKH Sukawangi, belum dapat terkonfirmasi. (bersambung)."(*)

Reporter: Abidin
Editor: Luk
Baca Juga