Gara-gara Belum Bayar SPP. Tolong Pa Presiden, Anak Saya Disodorkan Surat Pengunduran Diri - Redaksi Bekasi

IKLAN ATAS

Gara-gara Belum Bayar SPP. Tolong Pa Presiden, Anak Saya Disodorkan Surat Pengunduran Diri

Add caption
Redaksibekasi.com- Karawang: Miris yang yang dirasakan oleh orang tua murid dari Siswa Kelas III di SMK MATHLA UL’ ANWAR kenanga dua kecamatan pakis Jaya, Kabupaten Karawang, dimana letak negara hadir untuk membela warganya, Mana kala ada seorang Guru (Wali kelas-red) datang  menemui orang tua siswa, dengan menyodorkan surat Pengunduran diri yang bermaterai, lengkap dengan bahasanya.

"Saya Kaget, Ada Walikelas dari tempat  Anak saya sekolah, Tiba-tiba datang ke rumah dan menyodorkan surat pengunduran diri atasnama Anak saya yang harus di tanda tangani, lengkap dengan Materai," Kata orang tua murid SMK MATHLA UL’ ANWAR kenanga dua kecamatan pakis Jaya, kepada Awak media, Sabtu (4/4/2020).

Saya berusaha menahan emosi lanjut orang tua murid, Karena orang yang datang kerumah saya bukan lising motor atau colector, Tapi yang saya hadapi seorang guru dari anak saya sekolah tempat menimba ilmu dari kelas 1, kelas II dan Kelas III.

"Yah, Dengan berat hati saya berusa sabar, menanyakan Kesalan apa yang telah dilakukan anak saya, Sehingga guru datang ke rumah membawa surat pengunduran diri anak saya yang saat ini sedang menjalani semester akhir," ungkap orang tua murid.

Dikatakan orang tua murid, Pada waktu itu Guru yang datang/Walikelas siswa (Adi sugiri S.pd-red), Hanya mengatakan saya di perintah pa Kepsek (Ahmad Jumhur S.pd-red), dan meninggalkan surat pernyataan kosong.

"Hingga saat ini surat tersebut belum saya tanda tangani, kemana saya harus mengadu, kondisi saat ini kan sekolah lagi libur (lagi musim corona), Saya bertekad akan memperjuangkan terus, agar anak saya bisa lulus dari SMK dengan ijazah di tangan, mungkin jika ada tunggakan bayaran hal ini tentunya dapat di carikan solusi bijak tanpa harus di paksa buat surat pengunduran diri,"ungkapnya.

Lebih lanjut dikatakan orang tua murid memaparkan, kejadian awal di bulan nopember 2019 (jauh sebelum musim Corona) anak saya pulang dari sekolah itu berkisar jam empat sore sambil mengeluarkan air mata.

Sepontanitas saya sebagai orang tua kaget. Lalu saya bertanya ada apa? Ko pulang sekolah sedih sih. apa Belum bayar Uang semester atau apa?

"Pak saya ga ikut semester," kata si Anak. Langsung si Anak ke dalam dengan raut wajah sedih.

Mendengar keluh kesah si Anak, Orang tua Siswa berniat menghadap Kepsek SMK MATHLA UL’ ANWAR, "Saat itu hari minggu 24. Nopember 2019,"imbuhnya.

Kronologisnya.
Ketika saya mendatangi ke rumah kepsek dengan maksud dan tujuannya mau menanyakan tentang prihal terkait anak saya, pada saat itu kepsek tidak ada dirumah yang pada akhirnya saya menghubungi melalui telpon selulernya dengan nada keras kepsek SMK MATHLA UL’ ANWAR. mengatakan "nte propesional, nte merasa punya hutang ga", lalu saya menjawab siapa yang punya hutang pak,  Ternyata pada saat itu yang belum bisa melunasi SPP maka siswa tersebut tidak bisa mengikuti semester khususnya anak saya.

Mau saya kalau memang anak saya punya tunggakan SPP. Di layangkan terlebih dahulu surat pemanggilan buat orang tua siswa khususnya saya, ini mah kagak  hari senin 1. Desember semester berjalan  tanggal 4. Surat pemanggilan baru datang ke rumah saya, maksudnya apa ko sekolah  aturan seperti itu, tutur nara sumber kepada redaksibekasi.Com.

"Saya berharap, Pemerintah agar segera mengambil tindakan tegas, sulitnya menuntut ilmu di karawang, Jangan Sampai maksud dan tujuanya pendidikan yang ada di tanah air rusak hanya gara-gara Ulah oknum Kepsek yang diduga arogan, Saya sadar anak saya sekolah di Swasta, tapi gak harus di paksa mengundurkan diri, Anak saya sudah kelas III, Tolong kami sebagai rakyaT Kecil Pa Presiden," pungkasnya."(*)

Reporter: Tinggun
Editor: Luk

Diberdayakan oleh Blogger.