Anak Wartawan Bekasi Hafal Qur’an 30 Juz Dalam Tiga Bulan - Redaksi Bekasi

IKLAN ATAS

Anak Wartawan Bekasi Hafal Qur’an 30 Juz Dalam Tiga Bulan

Reyden Feter Rama Armanda, berhasil khatamkan hafalan Al-Qur’an 30 juz 
Redaksibekasi.com- Sukakarya: Santri Yayasan Karantina Tahfizh Al-Qur’an Nasional asal Kabupaten Bekasi, Reyden Feter Rama Armanda, berhasil khatamkan hafalan Al-Qur’an 30 juz di usianya yang masih 16 tahun dalam kurun waktu tiga bulan.

Remaja kelahiran Cikarang, Bekasi 31 Oktober 2004 silam tersebut mulai menghafal Al-Qur’an sejak 8
September 2019 lalu, kemudian berhasil merampungkan hafalannya tepat pada 31 Desember 2019 dan diwisuda pada 5 Januari 2020 di Hotel Horison Kuningan Jabar.

“Jika sudah selesai SMA atau Aliyah, saya ingin belajar di Timur Tengah,” ungkap Rama panggilan sehari-harinya saat ditemuai di kediamannya di Kampung Rawa Keladi Desa Sukaindah Kecamatan Sukakarya Kabupaten Bekasi, Senin (18/5/2020).

Menurut Rama, prestasi itu tidak terlepas dari dukungan serta keinginan orang tuanya yang
menginginkan dirinya untuk menjadi seorang hafizh (penghafal Al-Qur’an).

“Rama ingin sekali membanggakan Papah dan Mamah. Rama ingin membuat mereka tersenyum di dunia dan akhirat dengan memberikan mahkota surga untuk mereka berdua. Rama ingin bisa masuk surga bersama-sama dengan kedua orang tua,” katanya.

Ia mengatakan, kunci utama untuk menjadi seorang penghafal Al-Qur’an (hafizh/hafizhah) adalah harus mempunyai kemauan yang kuat.

“Kalau dari awal kita mempunyai kemauan kuat, insya Allah ada saja jalannya, dan semua yang sulit pasti jadi mudah,” ujarnya.

Menurutnya, trik untuk menghafal Al-Quran dan menjaga hafalan ialah dengan cara muraja’ah (pengulangan) hingga melekat dalam ingatan. Dalam muraja’ah setiap orang
berbeda-beda dalam durasi dan kecepatannya.

Bahkan, kata dia, menghafal dan menjaga hafalan Al-Qur’an butuh stamina ekstra. Jika tidak
diulang-ulang, maka hafalan Al-Qur’an bisa hilang. Kualitas hafalan tergantung pada muraja’ah.

“Kalau muraja’ah-nya benar, insya Allah target menghafal terpenuhi dan hafalan 30 juz terjaga asal terus konsisten,” katanya.

Ia juga mengaku memiliki waktu khusus untuk menghafal Al-Qur’an pada saat menjadi santri
di Yayasan Karantina Tahfizh Al-Qur’an Nasional.

Setiap usai shalat subuh ia
menyetor hafalannya kepada ustadz, dan dalam waktu setengah jam mendapatkan hafalan Al-Qur'an sebanyak satu halaman. Kemudian ia melanjutkan hafalan ketika waktu dhuha hingga menjelang siang.

Bahkan, ketika waktu istirahat siang usai shalat dzuhur dirinya juga memanfaatkannya untuk
membuka lembaran Al-Qur’an, dan aktivitas itu biasa dilakukan hingga menjelang waktu shalat ashar. Ditambah lagi usai shalat ashar hingga menjelang maghrib, ia juga melakukan muraja’ah hafalannya.

Aktivitas yang sama juga dilakukannya usai magrib dan isya, semua itu dengan tujuan agar hafalannya semakin lancar.

“Rama berpesan agar semua para penghafal Al-Qur’an untuk memanfaatkan waktu dengan
sebaik-baiknya,” pungkas alumni SMP IT dan Ponpes Umar Bin Khatthab Tambelang ini.

Ayah Rama, Karman Supardi (43), diketahui sehari-harinya hanya sebagai wartawan salah satu
media lokal di Bekasi. Sedangkan ibunya Maryanti (33), hanya sebagai ibu rumah tangga
biasa.

Meski kondisi ekonomi keluarganya serba pas-pasan, namun tidak menyurutkan semangat
putra pertamanya itu untuk mewujudkan keinginannya menjadi penghafal Al-Qur’an, dan
bercita-cita ingin menjadi seorang Pakar Ilmu Al-Qur’an.

Sementara itu, Ketua Yayasan Karantina Tahfizh Al-Qur’an Nasional (YKTN) Kuningan Jawa Barat, Ustadz Ridwani, S.Thi, Al Hafizh mengatakan jika santri Reyden Feter Rama Armanda memiliki semangat yang
tinggi dalam menghafal Al-Qur’an ketika menjalani masa karantina.

“Yang bersangkutan telah mengikuti program Karantina Hafal Qur’an Sebulan 30 Juz yang dilaksanakan pada tanggal 1 Desember 2019 sampai dengan 5 Januari 2020,” ujarnya.

Ia menyampaikan apresiasi atas prestasi yang diraih Rama di usia yang masih muda. Ia berharap Rama untuk istiqamah dengan Al-Quran dan menjadikan Al-Qur’an sebagai pelita
dalam hidup."(*)

Reporter: Nilan
Editor: Luk

Diberdayakan oleh Blogger.