Terbaru

6/recent/ticker-posts

Diduga Selewengkan ADD, Masyarakat Tinjul Minta, Inspektorat Usut Keterlibatan Mantan Kades Tinjul. Dengan Mangkraknya Proyek Desa

Add caption
Redaksibekasi.com- Lingga: Warga desa tinjul kecamatan singkep barat kabupaten lingga (Kepri), menyayangkan sikap instansi terkait mulai dari BPD, Pihak kecamatan, BPMD, Inspektorat termasuk juga pihak penegak hukum baik kepolisian maupun pihak kejari lingga yang hingga saat ini belum ada respon, Seolah diam dan tak ada tindakan atau langkah tegas sesuai harapan kami sebagai warga masyarakat, Terkait ulah mantan kades desa tinjul inisial (RE), yang diduga terindikasi menggelapkan ratusan juta rupiah. Anggaran dana desa (ADD) tahun anggaran 2018-2019.

"Sejak kepergian RE, mantan kades pada tanggal 28 Desember 2019 hingga 10 Mei 2020, Disinyalir kuat dugaan tidak ada Itikad baik dari mantan kades untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, dengan apa yang dilakukannya selama masih menjabat sebagai Kades dulu", Ucap Abdul Latif mewakili warga masyarakat desa tinjul lainnya. Senin 11/05/2020.

"Ada beberapa item pekerjaan pembangunan di desa tahun anggaran 2018-2019 tidak rampung dikerjakan akibat dananya salah gunakan mantan kades hingga besarannya mencapai ratusan juta rupiah, dan ini permasalahan tersebut sudah beberapa kali diberitakan media namun sepertinya belum ada respon positif dari pihak-pihak unsur terkait," terang Abdul kepada wak media.

"Kami punya fakta di lapangam dan ada beberapa keterangan dari perangkat desa yang masih menjabat dan pantauan sebagai warga masyarakat, Ada pekerjaan yang belum tuntas dikerjakan hingga kini mangkrak, Gedung TPA, Penimbunan Jalan kampung bangsal, Pembuatan pompong transportasi antar desa dan banyak lagi yang lainnya, Ke-semuanya belum rampung namun dananya sudah habis semua", paparnya.

Hal senada juga diungkapkan Muhammad Jailani salah seorang Rukun Tetangga (RT) yang masih menjabat membenarkan apa yang dipaparkan Abdul Latif.

"Apa yang dipaparkan saudara latif, Itu memang benar dan hingga kini pekerjaan tersebut masih terbengkalai salah satu pekerjaan yang belum rampung ada di wilayah RT saya sendiri," tandasnya.

"Dan yang lebih mengherankan lagi dalam laporan SPJ desa kwitansi pencairan anggaran pekerjaan yang belum rampung tersebut terlampir kwitansi pembayaran lunas sesuai yang dianggarkan disetiap item pekerjaan oleh pihak pelaksana pekerjaan, Hal ini tentunya tidak bisa dibiarkan, tapi penanganan Kasus terkesan Mandul, padahal itu uang rakyat", pungkasnya.

Sementara itu, Pj Kades Desa  Tinjul Lantaran baru, Jadi tidak tau apa-apa jika di konfirmasi soal mangkraknya sejumlah pembanguna yang ada di desa Tinjul.

"Ya, Bang, Saya gak tau apa-apa sola Kades terdahulu," kilahnya."(*)

Reporter: Z/Suarman
Editor: Luk
Baca Juga