Gara-gara Laporan Masyarakat Soal Air Galian Tambang Pasir Meluap, DPRD Dan Dinas LH Lingga Sidak Ke Lokasi - Redaksi Bekasi

IKLAN ATAS

Gara-gara Laporan Masyarakat Soal Air Galian Tambang Pasir Meluap, DPRD Dan Dinas LH Lingga Sidak Ke Lokasi

Add caption
Redaksibekasi.com- Lingga Kepri: Air Bekas galian Perusahaan tambang pasir milik PT. Dabo Bangun Sukses (PT.DBS) dan PT. Deva Panjang Jaya (PT.DVJ) yang berlokasi di Desa Pantai Harapan Kec. Selayar Kabupaten Lingga meluap ke sungai dan laut sekitar.

Pihak perusahaan tambang pasir beralasan meluapnya air dalam bekas galian tambang pasir tersebut disebabkan hujan deras yang turun beberapa hari belakangan mengakibatkan debit air yang tinggi sehingga terjadi luapan air yang tidak terbendungi.

selain itu pihak perusahaan mengatakan semua karyawan waktu terjadinya luapan air pada 22/05/2020 tersebut sedang di liburkan karna menjelang menghadapi lebaran idul fitri.

Kepala Desa Pantai Harapan Zamir saat dimintai keterangan mengatakan, pihak perusahaan dan masyarakat sudah melakukan mediasi secara baik-baik, untuk mencari jalan keluar agar tidak menimbulkan kerugian bagi masyarakat setempat, pihak perusahaan pun sudah menyetujui atas permintaan masyarakat.

Saman selaku Camat Selayar mengakui pihak kecamatan sama sekali tidak mengetahui adanya kesepakatan yang dibuat antara masyarakat dan perusahaan, "sejak terjadinya luapan tanggal 22 mei 2020 saya baru dapat laporan pada tanggal 26 mei 2020" ungkap beliau.

Saman selaku Camat Selayar juga mengakui untuk kesepakatan yang dibuat oleh perusahaan terhadap masyarakat sampai hari ini kamis 28/05/2020 pihak kecamatan belum menerima bukti kongkrit.

"kalau memang perusahaan sudah sepakat dengan masyarakat, mana bukti kesepakatannya?, Saya selaku camat tidak pernah diberi tahu tentang kesepakatan-kesepakatan yang dibuat perusahaan dengan masyarakat, dan saya hanya mendengar info saja dari orang" tutur beliau.

Sontak hal ini membuat organisasi masyarakat Korwil Himpunan Melayu Raya yang di pimpin oleh Zuhardi dan Persatuan Pemuda Tempatan (Perpat) yang di pimpin oleh Fahrul Ansori, langsung bertandang ke Sekretariat DPRD Lingga untuk menyampaikan aspirasinya terkait masalah luapan air tersebut kepada DPRD Lingga dan disambut baik oleh Wakil Ketua DPRD Aziz Martindas dan Ketua Komisi II Said Agus Marli.

Setelah berbincang-bincang, tidak menunggu lama Aziz Martindas dan Said Agus Marli langsung mengajak organisasi masyarakat tersebut untuk pergi turun ke lokasi tambang kamis 28/05/2020.

Ketua DPRD Ahmad Nashiruddin, dan anggota Muddasir Zahid, Tengku Nazwar,Salmizi, Syamsirwan dan Suiok pun ikut dalam sidak tersebut.

Ketua DPRD Ahmad Nashiruddin mengingatkan kepada pihak perusahaan untuk mengantisipasi semaksimal mungkin jangan sampai kejadian yang sama terulang kembali,

Aziz Martindas menambahkan agar pihak perusahaan wajib melibatkan aparat setempat dan pihak terkait untuk membuat kesepakatan-kesepakatan yang dibuat oleh perusahaan dan masyarakat.

Di samping itu Kepala Dinas Lingkungan Hidup Nirmansyah mengatakan, untuk dugaan pencemaran lingkungan yang dilakukan oleh kedua perusahaan tambang pasir tersebut, pihaknya akan memanggil Kepala Tehnik Tambang (KTT) untuk dimintai keterangannya,

Kadis Lingkungan Hidup Nirmansyah juga mengatakan akan terus berkordinasi dengan DPRD Lingga untuk penanganan menanggulangi masalah dugaan pencemaran lingkungan yang terjadi Desa Pantai Harapan dan Desa Penuba Timur tersebut, agar kedepan tidak berdampak buruk bagi lingkungan sekitar.

Zuhardi selaku Korwil Perhimpunan Melayu Raya Kabupaten Lingga menegaskan, akan melayangkan surat ke DPRD, Dinas Pertambangan, dan Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Kepulauan Riau terkait masalah tersebut,

"Meluapnya air ini sudah yang kedua kali, artinya perusahaan tambang menganggap sepele masalah tersebut, jadi tidak akan kita biarkan lagi kejadian yang sama terulang kembali" tuturnya.

"Kita sama sekali tidak mempermasalahkan perusahaan tambang beroperasi di Lingga, yang kita masalahkan tanggung jawab mereka terhadap lingkungan sekitar yang harus mereka perhatikan,karna ini dampaknya bukan sekarang, tapi nanti puluhan tahun kedepan, kita sebagai anak tempatan dan saudara-saudara kita yang merasakan dampaknya bukan mereka, mereka para pengusaha yang menikmati hasilnya" tuturnya.

Zuhardi Korwil Perhimpunan Melayu Raya menambahkan, pihaknya meminta agar Kepala Tehnik Tambang (KTT) perusahaan tambang untuk mengatasi permasalahan tersebut secepatnya,

Selain itu Zuhardi juga meminta kepada perusahaan tambang tersebut untuk membuka kantor resminya agar jika terjadi masalah, masyarakat bisa datang mengadu keluhan.

Fahrul Ansori selaku Ketua Persatuan Pemuda Tempatan (PERPAT) Kabupaten Lingga juga angkat bicara, Ketua Perpat tersebut meminta izin tambang PT. Dabo Bangun Sukses dan PT. Deva Panjang Jaya untuk dikaji ulang keabsahannya.

Fahrul memambahkan jika kemudian hari terjadi lagi masalah yang sama, maka PERPAT akan melakukan aksi yang kebih besar di Dinas Lingkungan Hidup Provinsi untuk segera menarik izin tambang yang tidak mematuhi ketentuan undang-undang yang berlaku."(*)

Reporter: Suarman
Editor: Luk

Diberdayakan oleh Blogger.