Terbaru

6/recent/ticker-posts

Jangan Salah Pilih Sekolah!, Ayo Daftar Ke SMK ITeBe Cimuning, Sapriudin: Silahkan Datang Fasilitas Memadai

SMK Insan Teknokrat Bekasi (ITeBe)
Redaksibekasi.com- Kota Bekasi: SMK Insan Teknokrat Bekasi (ITeBe), Sejak Februari 2020, yang berlokasi di Jalan AMD, Kampung Pabuaran, RT 003, RW 001, Kelurahan Cimuning, Kecamatan Mustika Jaya, Kota Bekasi, telah melakukan Penerimaan peserta didik baru (PDB). Delapan ruang kelas sudah siap menampung 256 siswa untuk tiga kompetensi keahlian yang ada dengan kapasitas satu kelas untuk 32 siswa.

Kepala SMK ITeBe, Sapriudin, S.Ag, M.Pd merincikan daya tampung masing-masing kompetensi keahlian. Yaitu yang menerima dua kelas dengan masing-masing 32 siswa per kelas adalah kompetensi keahlian Teknik komputer dan jaringan (TKJ).

Selanjutnya dirincikan untuk kompetensi keahlian yang menerima masing-masing empat kelas atau 128 siswa, yaitu teknik kendaraan ringan (TKR). Selain itu, masih ada dua kelas lagi untuk kompetensi keahlian Akuntansi (AK).

“Jadi kesempatan luar biasa untuk tahun ini. Dengan kuota total 256 siswa, kami siap menerima para lulusan SMP dari mana pun, karena tidak memakai sistem zonasi,” kata Sapriudin kepada media di kantornya, Sabtu (30/5/2020).

Menurut Sapriudin, penerimaan peserta didik baru ini dibagi dalam tiga gelombang. Gelombang I, dimulai pada 1 November s/d 30 Januari 2020. Kemudian Gelombang II: 1 Februari s/d 30 April 2020, dan Gelombang III: 1 Mei s/d Juni 2020.

“Bagi para lulusan SMP yang mau mendaftar, silahkan datang ke SMK ITeBe, setiap hari Senin-Jumat, pukul 07.30-15.00 WIB,” kata Sapriudin.

Fasilitas Memadai
Diketahui SMK ITeBe yang memiliki visi unggul dalam sikap (berakhlakul karimah), wawasan, skill dan kemandirian. Berprestasi dalam era globalisasi dan pasar bebas ini berdiri di tanah seluas 3.000 meter dengan suasana sejuk dan berada Kota Bekasi bagian selatan.

Selain tingkat kebisingan rendah, SMK ini memiliki fasilitas cukup memadai. Seperti: ruang teori, ruang praktik kejuruan dengan peralatan lengkap, perpustakaan, tempat ibadah, lapangan olahraga outdoor, lapangan olahraga indoor sekaligus sebagai gedung serba guna.

Selain itu juga tersedia laboratorium komputer dan masih banyak lagi fasilitas yang mendukung kenyaman dan kelancaran kegiatan belajar mengajar (KBM).

"SMK ITeBe memiliki berbagai prestasi akademik maupun non-akademik. Prestasi diraih mulai tingkat Kota Bekasi, tingkat provinsi, hingga tingkat nasional," ungkap Sapriudin.

Sedangkan untuk membantu para lulusan SMK ITeBe, pihaknya bekerjasama dalam penempatan kerja bagi alumni dengan beberapa instansi perusahaan maupun industri terpercaya. Seperti PT Duta Hita Jaya, PT Kausyar Rizky Lestari, PT Duta Sinar Jaya, PT Shishoku Inti Bekasi, PT Hartori Sejahtera Utama, PT Sinarindo Steel, dan berbagai perusahaan lainnya.

Selain memiliki visi, SMK ITeBe juga memiliki lima misi; Pertama, membekali peserta didik dengan keimanan dan ketaqwaan untuk membentuk perilaku dan budi pekerti mulia (akhlakul karimah).

Kedua, membekali peserta didik untuk hidup mandiri, berwawasan, memiliki keunggulan skill dan dapat mengembangkan diri secara berkelanjutan. Ketiga, membina dan membimbing peserta didik menjadi asset pembangunan yang kreatif, produktif dan dinamis.

Keempat, menghasilkan lulusan yang berkualitas, berprestasi dan mampu bersaing dalam menghadapi era globalisasi dan pasar bebas. Dan kelima, menghasilkan sumber daya manusia yang professional untuk memenuhi tuntutan dunia usaha dan industri serta tuntutan pembangunan.

Sapriudin menjelaskan, pendirian SMK ITeBe-semula SMK Jaya Cimuning-ini didasari oleh analisis kebutuhan dan animo masyarakat yang dibutuhkan saat ini.

Tentunya berkat promosi program Pemerintah Pusat yang mengedepankan pendidikan kejuruan seperti (SMK), menjadi jawaban yang tepat di saat dunia usaha dan industri membutuhkan tenaga kerja yang berkompeten dan terampil. Apalagi meningkatnya animo masyarakat terhadap SMK harus dapat diantisipasi.

Sapriudin mengatakan, pendirian SMK ITeBe berdasarkan SK Wali Kota Bekasi Nomor 421/5097.Dik.2/IX/2007 tanggal 19 September 2007 dengan SK terakhir status sekolah adalah Terakreditasi B.

Sementara saat disinggung soal meningkatkan kompetensi guru SMK ITeBe, Sapriudin mengatakan, pihaknya telah bekerja sama dengan Bidang Pembinaan Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK).

Sapriudin menyadari untuk menjadikan pendidikan kejuruan menghasilkan lulusan yang berkualitas, guru dituntut memiliki kompetensi yang tinggi dan profesional dalam bekerja.

Guru, sambung dia, harus terus mengembangkan pengetahuan dan keahliannya, sesuai dengan perkembangan zaman. Guru harus memiliki kemandirian, motivasi yang kuat dalam bekerja, termasuk penguasaan terhadap kaidah-kaidah profesionalisme dalam memperbaiki kompetensi pengajarannya.

“Agar sukses dalam menjalankan profesi sebagai guru, maka guru harus memahami bagaimana karakteristik pendidikan kejuruan,” tukasnya.

Pada pendidikan kejuruan lanjut Sapriudin, Guru harus mempersiapkan peserta didik memasuki lapangan kerja berdasarkan kebutuhan dunia kerja. Lulusan SMK harus menguasai kompetensi yang dibutuhkan oleh dunia kerja.

“Jadi, kesuksesan siswa terletak pada performa dunia kerja dan bisa merespons serta mengantisipasi kemajuan teknologi. Untuk itu, hubungan erat dengan dunia kerja merupakan kunci sukses pendidikan kejuruan,” ujarnya.

Ekstrakulikuler
Lebih jauh Sapriudin mengatakan, SMK ITeBe fokus kepada kelompok teknik industri yakni keahliah mesin industri, otomotif, teknik komputer jaringan, dan akuntansi.

Khusus untuk teknik komputer jaringan, kata Sapriudin, para siswa diajari tentang network designer, network engineer, IT consultant, network operating center, graphic design, dan computer technician.

Tak hanya diajarkan kompetensi keahlian, para siswa SMK ITeBe juga diberi tambahan belajar berupa ekstrakulikuler dan kegiatan. Diantaranya, Pramuka, PMR, Paskibra, Pencak Silat, Futsal, Bulutangkis, Basket, Seni (Musik, Tari, Vocal), dan lainnya.

"Sudah saatnya sekolah, apalagi SMK mengutamakan mutu dengan fasilitas belajar dan pelatihan yang memadai. Tak bisa SMK itu hanya teori sehingga disebut sebagai SMK sastra," ujarnya.

Sapriudin menengarai tak sedikit SMK baik negeri maupun swasta yang kurang memiliki fasilitas pembelajaran, khususnya laboratorium dan bengkel karena membangunnya butuh dana tak sedikit.

"Mendirikan SMK itu tidak mudah karena butuh biaya yang besar sebab membeli satu mesin untuk praktik siswa bisa berharga ratusan juta. Namun, kalau SMK mau meningkatkan mutu ya mau tak mau harus melengkapi dirinya dengan laboratorium dan bengkel," ucapnya.

Dia juga mengimbau kepada masyarakat agar jangan salah dalam memilih sekolah terutama SMK. Jargon SMK bisa merupakan lulusan SMK yang lahir dari pembelajaran dengan mengutamakan praktik daripada teori.

"Di SMK ITeBe sebanyak 70 persen materinya adalah praktik dan permagangan di industri. Jadi, saat orangtua mau mendaftarkan anak-anaknya ke SMK coba lihat dulu fasilitas sekolahnya," pungkasnya."(*)

Reporter: Red
Editor: Luk
Baca Juga