Terbaru

6/recent/ticker-posts

Diduga Kades Mamud Sunat BLT DD Rp 530.000 Per-KK, Ketua DPD LAMI Angkat Bicara

Foto Ilustrasi
Redaksibekasi.com- Lingga: Warga Desa Mamud Kecamatan Senayang Kabupaten Lingga, Keluhkan soal pencairan Bantuan langsung tunai (BLT ) Dana desa Tahun 2020, yang di cairkan langsung dua tahap, Seharusnya warga terdampak wabah pandemi virus corona (covid-19) menerima bantuan Satu juta dua ratus, Anehnya malah di sunat sebesar Rp.530.000 per kepala keluarga (KK).

Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Lembaga Aspirasi Masyarakat Indonesia (LAMI) perwakilan Provinsi Kepri Abdul Karim kepada wartawan mengatakan.

"Permasalan diduga kecurangan pembagian BLT DD yang dilakukan pihak Desa Mamud dalam hal ini sebagai pertanggungjawaban adalah Kepala desa (Kades), dipaparkan salah satu dari  beberapa penerima BLT warga Desa Mamud, saat sama-sama menghadiri acara hajatan pesta pernikahan ponakannya", Ucap Abdul Karim kepada wartawan, Rabu 23/06/2020.

Berdasarkan hasil pemaparan warga desa mamud tersebut dapat diambil kesimpulan bahwasannya, mayoritas bantuan BLT yang disalurkan oleh pihak desa melalui perangkatnya itu tidak disetujui warga masyarakatnya, pasalnya, BLT yang dibagikan banyak pemotongan.

"Sebenarnya mayoritas warga desa mamud tidak setuju dana BLT yang dibagikan pihak desa dari dua tahap tersebut di pangkas sebesar Rp.530.000 dengan dalih untuk untuk pembayaran uang beras dan biaya lainnya yang dibagikan kepada seluruh warga masyarakat desa mamud termasuk para PNS yang bertugas di desa mamud", Jelasnya.

Lanjutnya, BLT DD dibagikan dua tahap sekaligus oleh pihak desa sebesar Rp.1.200.000,

"Yah, Namun sayang  di pangkas pula sebesar Rp.530.000 dengan alasan untuk pembayaran uang beras yang dibagikan pihak desa sebanyak 20 Kg per-kepala keluarga se Desa Mamud yang jumlahnya kisaran 100 lebih KK termasuk juga para PNS yang bertugas di Desa Mamud, dengan harga beras perkilonya dihitung Rp.13.000," pungkasnya.

Dari hasil  konfirmasi kepada Kades Mamud melalaui via telpon selulernya (Abdul Karim-red) mengatakan, "Dirinya mengakui bahwa pembagian BLT itu benar dibagikan dua tahap sekaligus dan dipangkas sebesar Rp.530.000 per-KK dan hal itu dilakukan sesuai hasil kesepakatan bersama dalam musyawarah dan ada berita acara hasil laporan kesepakatan", Ucap Kades Mamud.

Sementara itu hingga berita ini diunggah Kepala desa Mamud belum bisa dikonfirmasi lanjutan,  terkait hak sanggah dan penjelasannya mengenai pembagian Bantuan Langsung Tunai (BLT) dari 30 persen dana desa (DD) untuk warga masyarakat yang terdampak wabah pandemi virus corona (covid-19) yang mewabah saat ini."(*)

Reporter: Suarman
Editor: Luk
Baca Juga