Terbaru

6/recent/ticker-posts

Kecewa Kades Tak Muncul, Warga Sukaringin Tolak Beroperasi Kembali Pabrik Gas Ditengah Kampung, Pasca Terjadi Ledakan

Warga Sukaringin memperotes keras dan sangat tidak setuju bila PT gas beroperasi kembali
Redaksibekasi.com- Kab.Bekasi: Ratusan warga kampung kedung RT 01/02 desa Sukaringin kecamatan Sukawangi Kabupaten Bekasi, kembali di resahkan dengan adanya rencana SPBE PT SEMAR GEMBILANG yang akan kembali beroperasi kembali pasca terjadi ledakan yang menewaskan lima orang dan beberapa warga terluka bakar.

Diketahui sejak pagi hari ratusan warga sekitar perusahaan dan ada nya undangan dari pihak desa terkait klarifikasi dari pihak PT Semar gemilang pada hari Rabu 15 Juli 2020 jam 09.00 Wib, perihal pemberitahuan Operasional kembali SPBE PT. Semar gemilang, warga  mendatangi Kantor Desa Sukaringin .

Dihadapan pihak perusahaan dan perwakilan desa, warga Sukaringin memperotes keras dan sangat tidak setuju bila mana PT gas itu beroperasi kembali karena merasa trauma dengan adanya kejadian beberapa bulan lalu.

"Kami warga Sukaringin tidak setuju dengan dibukanya  kembali adanya PT gas di tengah tengah pemukiman warga, karena sampe sekarang saya warga masih terauma dan sangat takut," gemuruh suara warga.

"saya sendiri yang rumahnya dekat PT gas tersebut masih merasakan terauma yang berkepanjangan dan pihak PT belum ada etika dengan kami atau trauma healing pada warga. Dan sodara kita pun masih sakit belum sembuh luka bakar nya akibat ledakan gas itu," ucadari salah satu warga di acara pertemuan di Aula desa Sukaringin.

"kami sebagai warga sangat kecewa dengan ketidak hadiran nya kepala desa Sukaringin, yang seharus mendampingin warga nya terkait permasalahan ini," keluh sejumlah warga.

Sementara itu falam klarifikasi tersebut warga yang di dampingi LSM GMBI, sempat merasa heran karena di tempat tersebut tidak di hadiri kepala desa maupun keluarga kepala desa yang awalnya sempat menolak keberadaan perusahaan yang menewaskan lima orang dan melukai puluhan warga.

"Sebagai lembaga swadaya masyarakat sangat menyangkan kepala desa yang tidak hadir dalam rencana perusahaan akan membuka kembali dan beraktifitas meski mendapat penolakan warga yang masih trauma dengan kejadian yang banyak menimbulkan korban jiwa" terang Hartono anggota gmbi distrik tiga suka wangi.

"Kami curiga dengan ketidak hadiran kepala desa seperti nya ada keberpihakan kepada perusahaan, kami juga tidak yakin perusahaan telah mengantongi ijin berdirinya dan beraktifitas di tengah pemukiman warga" lanjut Hartono

"kami akan mengawal dan mendampingi warga yang menolak kembalinya beraktiftas perusahaan yang telah banyak menimbulkan korban jiwa, termasuk akan mekakukan aksi unjuk rasa ke kecamatan maupun ke dinas terkait, dengan adanya penolakan warga yang tidak di dengarkan oleh pihak perusahaan yang rencana ngotot akan beroperasi di tengah rasa trauma warga," pugkas Hartono."(*)

Reporter: Red
Editor: Luk
Baca Juga