Terbaru

6/recent/ticker-posts

Tolak Tanda Tangan, Usai Kades Mamud Diduga Sunat DD Rp 530 Ribu, Warga Kesal Dimintai Tanda Tangan Dukungan

Foto ilustrasi
Redaksibekasi.com- Dabo singkep: Diberitakan sebelumnya terkait penyaluran dana bantuan langsung tunai (BLT) 30 persen dari DD kepada warga yang berhak menerima terdampak pandemi covid-19 bertajuk "Cair Serentak Dua Tahap Dana BLT, Kades Mamud Pangkas 530.000". Salah seorang warga Desa Mamud selaku narasumber yang dilindungi namanya beberkan apa yang dilakukan Kades.

Setelah diberitakan tepatnya pada Rabu (23/06/2020) dan didatangi anggota kepolisian dari Dabo Singkep dan pada waktu itu didampingi anggota kepolisian dari Polsek Senayang. Kemarin tepatnya Selasa (29/06/2020) Pak Kades kami mengundang warga ke-kantor desa untuk bertanda tangan dukungan persetujuan warga tentang pemangkasan yang dilakukannya.

"Pak kades minta, kami sebagai warga bersedia bertanda tangan, bahwasanya pemangkasan dana BLT yang dilakukan sebesar Rp.530.000 itu bukan kehendaknya sendiri, Melainkan yang dilakukannya itu sudah menjadi kesepakatan musyawarah bersama. Namun dikarenakan sejak awal kami tidak setuju makanya yang mau bertanda tangan hanya belasan orang saja", Ucap warga narasumber yang dilindungi Identitasnya, Rabu (01/07/2020).

Sebenarnya (Kata narasumber-red), melalui via telpon selulernya mengatakan, Terkait permasalahan yang terjadi di Desa Mamud bukan hanya permasalahan dana BLT saja, Namun banyak permasalahan yang terjadi selama ini hanya saja kami tidak tahu mau mengadu kemana selama ini, semua permasalahan yang berkaitan dengan penggunaan anggaran dana desa selama ini banyak yang tidak jelas.

"Salah satunya, Ada beli dua unit kapal pukat dengan harga beli per unitnya seratus jutaan lebih, Diduga menggunakan anggaran dana desa dengan alasan punya/milik desa. Mirisnya setelah dibeli kapal tersebut satu unit diserahkan kepada adiknya, dan satu unit lagi informasinya mau dijual pak kades namun hingga kini belum ada yang mau beli", terangnya.

"Yang lebih mirisnya lagi, Rabu 01/07/2020 salah seorang oknum anggota dari Senayang datang ke Desa Mamud, minta permasalahan terkait permasalahan Kades mengenai dana BLT dugaan ada dipangkas tersebut agar jangan di hebohkan hangat oleh warga, Namun sayangnya kami tidak tahu nama bapak tersebut, dan bapak itu baru saja pulang dari sini (Desa Mamud),"  pungkasnya.

Dari hasil konfirmasi yang di rilis pada pemberitaan sebelumnya. Penerima  penyaluran serentak tahap l dan ll. Warga Desa Mamud menerima bantuan langsung tunai (BLT). Dari total dana dua tahap Rp.1.200.000, setiap warga (KK) yang terdaftar penerima BLT, menerima uang tunai sebesar Rp.670.000. Sedangkan untuk bantuan berupa beras 20 Kg dengan harga satuan kilo Rp.13.000 diterima seluruh warga Desa Mamud termasuk Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Desa Mamud."(*)

Reporter: Z/Suarman
Editor: Luk
Baca Juga