Terbaru

6/recent/ticker-posts


Augmented Reality: Alternatif Media Pembelajaran Di Masa Pandemi

Redaksibekasi.com- Pembelajaran jarak jauh (PJJ) kini diberlakukan oleh seluruh civitas akademika sekolah sebab adanya pandemi Covid-19. Hal ini juga menindaklanjuti surat edaran nomor 3 tahun 2020 tentang pencegahan Covid-19 pada satuan pendidikan. PJJ menyebabkan berbagai dampak pada peserta didik terlebih sekolah dasar. Sebab usia anak belum mampu menyesuaikan keadaan dengan cepat, apalagi kegiatan belajar mengajar yang sebagian guru hanya mengunggah materi pembelajaran dan dilanjutkan dengan pengumpulan tugas. Metode pembelajaran online yang 

membosankan lama kelamaan tentu akan membuat anak tidak bersemangat dalam belajar. Kelompok penelitian dari mahasiswa jurusan PGSD dan PGPAUD UPI Purwakarta dengan dosen pembimbing Nuur Wachid Abdul Majid, M. Pd, mencoba menerapkan pembelajaran berbasis Augmented Reality (AR) kepada anak usia sekolah dasar. Hal ini dilakukan sebab melihat fakta bahwa saat ini interaksi anak usia sekolah dasar terhadap smartphone cukup tinggi. AR yang awalnya hanya digunakan dalam bidang kesehatan, pertelevisian, dan sosial media, kini telah melebarkan sayap untuk masuk kedalam dunia pendidikan. Teknologi AR yang menampilkan objek 2 atau 3 dimensi dari dunia maya ke dalam dunia nyata, akan membuat siswa tertarik untuk lebih memperhatikan materi yang disampaikan oleh guru.

“Augmented Reality punya kelebihan dari audio ataupun gambar visual. AR 
menyuguhkan pengalaman yang lebih real time” ujar Etha Salaza, selaku salah satu mahasisa peneliti.
Dengan membagikan informasi untuk terlebih dahulu mengunduh aplikasi Quiver Vision, lalu selanjutnya dengan bimbingan orang tua, anak mengunduh dan mencetak gambar yang berasal dari aplikasi untuk diwarnai. Setelah itu anak dibantu dengan orang tua, memindai gambar dengan menggunakan aplikasi Quiver Vision guna menampilkan Augmented Reality di dalam layar smartphone.
“Belajar pakai AR bisa bikin senang dan mengerti, karena belajarnya jadi tidak 
bosan kaya belajar biasanya” demikian disampaikan oleh Almaghfira, salah satu siswa yang mencoba teknologi AR ini.
Proses Scan Gambar AR oleh anak
“Gak sulit buat mainnya, cuma harus ditemani biar kalau ada yang gatau bahasa inggisnya bisa langsung tanya” Lanjutnya. Pengaplikasian AR dalam aplikasi Quiver Vision ini memang berbahasa asing yaitu bahasa inggris, jadi terkadang anak perlu menanyakan arti dari opsi-opsi yang ada di dalamnya. Tetapi dalam hal pengoprasian keseluruhan, anak mengaku tidak 
kesulitan.

Augmented Reality dapat menjadi alternatif solusi belajar anak sekolah dasar di masa pandemi Covid-19, juga meminimalisir beban stress anak sebab media AR yang interaktif dan menyenangkan. Jelasnya. Penulis: Rifa Nurhanifa."(*)

Editor: Luk
Baca Juga