Terbaru

6/recent/ticker-posts

GELOMBANG 2 KKN TEMATIK UPI FOKUSKAN PROGRAM PADA BIDANG PENDIDIKAN DAN EKONOMI

Redaksibekasi.com- Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Universitas Pendidikan Indonesia Gelombang Kedua resmi dibuka pada tanggal 13 November 2020. Kuliah Kerja Nyata pada gelombang kedua ini bertemakan “Edukasi Pencegahan dan Penanggulangan Covid-19”.

Pada masa pandemi Covid-19, kegiatan KKN Tematik difokuskan pada pencegahan dan penanggulangan dampak Covid-19 di bidang pendidikan dan ekonomi dimasa adaptasi kebiasaan baru. Pandemi Covid-19 ini bukan menjadi penghalang bagi terlaksananya kegiatan KKN Tematik di Universitas Pendidikan Indonesia. 

Program KKN ini tetap dilaksanakan dengan ketentuan bahwa seluruh kegiatan yang menjadi program KKN Tematik PPD Covid-19 ini dilaksanakan secara daring (dalam jaringan) dan dilaksanakan di daerah tempat tinggal mahasiswa itu berada. 

KKN Tematik Covid-19 gelombang kedua ini memilki dua program. Pertama program wajib, program wajib ini berupa penanggulangan dampak Covid-19 di bidang pendidikan. Dengan fokus sasaran 2 orang guru, 10 orang siswa, dan 10 orang tua siswa mulai pada jenjang pendidikan PAUD/TK 
hingga SMA/MA/SMK. 

"Kedua ada program pilihan. Dalam program pilihan ada program edukasi pencegahan Covid-19 dengan sasaran pendidikan dan masyarakat, ada juga program penanggulangan Covid-19 di bidang ekonomi dengan sasaran masyarakat yang terkena PHK, pengusaha kecil/kaki lima, pengangguran, ibu rumah tangga serta calon ibu rumah tangga yang tidak bekerja.

Pada program wajib, salah satunya mahasiswa dituntut untuk dapat melaksanakan kegiatan penguatan dan pendampingan pembelajaran daring terhadap siswa, guru dan orangtua. Pada kegiatan ini mahasiswa bisa menggunakan media sosial seperti grup whatsApp untuk orangtua, bisa melalui aplikasi zoom meeting/google meeting dan media lainnya yang dapat menunjang kegiatan tersebut. 

"Di dalam program pilihan, salah satu kegiatannya yaitu membuat gambar atau video mengenai pencegahan Covid-19 yang selanjutnya akan disebarluaskan kepada masyarakat. Hal tersebut bertujuan agar masyarakat tetap mematuhi aturan pemerintah yang menghimbau masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan. agar rantai penularan Covid-19 dapat terputus. 

"Jika kesadaran akan hal tersebut sudah tertanam dalam suatu masyarakat, maka akan dengan sangat mudah memutus rantai penularan Covid-19. Jelasnya."Penulis lhat Nuhamidah."(*)

Editor: Luk
Baca Juga