Terbaru

6/recent/ticker-posts


Pernyataan Sikap APDESI Sukabumi Diduga Lecehkan Profesi Wartawan, Ini Kata Ketua PWI Peduli Bekasi Raya

Ade Muksin.SH

Redaksibekasi.com- Bekasi: Baru-baru ini beredar video pernyataan para Kepala Desa (Kades) yang tergabung dalam sebuah wadah yang disebut Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI) cabang Sukabumi. Dalam isi pernyataan tersebut para Kades menyatakan "siap melawan Media dan LSM yang mengobok-obok desa".

Hal ini menimbulkan polemik di kalangan para pengusaha media dan pemegang profesi wartawan dan menimbulkan ketidaknyamanan dan merasa dilecehkan seolah-olah Media dan LSM adalah pelaku pengobok-obok desa di Sukabumi.

"Pernyataan para Kades tersebut jelas tidak menunjukan kredibilitas seorang pemimpin desa, terlebih sudah melecehkan profesi wartawan atau media di seluruh Indonesia. Dinilai perlu di bawa ke ranah hukum," kata Ade Muksin selaku Pemimpin Redaksi - Penanggung Jawab media cetak & online FAKTA HUKUM INDONESIA (FHI) pada Kamis, (26/11/20).

Ade Muksin yang juga sebagai Ketua PWI PEDULI Bekasi Raya menanggapi hal tersebut bahwa para Kades di Sukabumi yang membuat video pernyataan bersikap terlalu berlebihan.

"Para Kades janganlah berpandangan negatif terhadap wartawan atau jurnalis, kalaupun ada wartawan yang membuat ketidaknyamanan itu berarti oknum, karena biar bagaimana pun media adalah penyambung lidah, antara pemerintah dan masyarakat atau pun sebaliknya," ucap Ade.

Ia menjelaskan bahwa wartawan memiliki tugas dan fungsi sebagai wahana komunikasi dalam memberikan informasi, mendidik, menghibur dan sekaligus sebagai alat sosial kontrol.

"Jadi kalau para Kades tidak melakukan kesalahan tidak perlu khawatir, kerja sesuai subtansi tidak perlu takut. Kalau pun ada terjadi kesalahan di wartawan itu adalah oknum, jangan menggeneralisir bahwa profesi wartawan itu mengobok-obok atau harus di benci itu tidak bisa," tegasnya.

Intinya, lanjut Ade antara Kades dengan Media itu harus saling berpandangan positif, mewujudkan hubungan yang baik, bekerjasama dan berkelanjutan yang dilandasi oleh rasa saling percaya dan saling menghormati antar profesi.

"Jika kalian (para Kades) sudah bekerja sesuai subtansi dan tidak melakukan curang, tidak perlu anda harus takut, risih dan gelisah dengan kehadiran para wartawan. Mari kita bangun komunikasi aktif, kerjasama berkelanjutan, saling percaya dan saling menghormati antar profesi," ungkap Ade.

Ade juga menghimbau kepada rekan-rekan satu profesi (wartawan) agar dalam membuat karya jurnalistik untuk lebih mengedepankan keberimbangan berdasarkan fakta peristiwa dan fakta pernyataan sesuai narasumber yang jelas.

"Mari kita junjung tinggi nilai-nilai yang terkandung di dalam Undang-undang Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers dan Kode Etik Jurnalistik (KEJ). Kita pahami maknanya, taati dan realisasikan aturan-aturan yang sudah ada," pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Tendy Hendrayana ketika di konfirmasi terkait viralnya video pernyataan para Kades tersebut mengatakan bahwa hal itu ditujukan kepada oknum LSM dan Media.

"Kalau saya memperhatikan, pernyataan kades dalam video itu ditujukan kepada oknum (karena mengobok-obok pasti dilakukan oleh oknum) tidak di tujukan secara umum kepada rekan LSM atau Media, karena mereka adalah mitra kami," imbuh Kadis DPMD Tendy."(*)

Reporter: Red

Editor: Luk

Baca Juga