Terbaru

6/recent/ticker-posts

Sudah Saatnya Kabupaten Bekasi Memiliki Bendungan Pengendalian Banjir

Redaksibekasi.com- Kab.Bekasi: Upaya program antisipasi Banjir yang diprakarsai olehBBWS (Balai Besar Wilayah Sungai) Ciliwung Cisadane, Dirjen SDA, Kementrian PUPR Pusat, Pemerintah Kabupaten Bekasi mendukung rencana pembangunan proyek tersebut sebagai upaya langkah trobosan pengendalian banjir Proyek bendungan yang melibatkan titik pertemuan antara Sungai Cikeas, Kali Cileungsi dan Kali Bekasi ini, direncanakan akan dimulai pada 2021 mendatang.

Estimasi Total lahan  yang akan digunakan dalam proyek Bendungan ini seluas 98 hektar, dengan panjang tanggul 50 kilometer. Panjang bendungan 30 kilometer, meliputi  Kecamatan Babelan, Tambun Utara, Sukawangi, dan Tambelang.

Segala bentuk persiapan harus di komunikasikan terus terkait apa saja yang harus dilakukan antara Pemkab dengan BBWS, agar kita dapat mempersiapkan pembebasan lahan dan anggarannya,” kata Bupati Bekasi Eka Supria Atmaja, Kamis (5/11).

Dalam pencanangan program antisipasi banjir,  Bupati Eka sudah memberi intruksi kepada para camat agar dapat melakukan langkah antisipasi banjir di wilayah masing-masing, terutama di wilayah padat penduduk.

Ini sangat penting mengingat musim hujan dengan intensitas curah hujan akhir-akhir ini sangat tinggi, 

"Eka Supria Atmaja menyebut salah satu penyebab terjadinya banjir di wilayahnya lantaran banyaknya penduduk yang bermukim di wilayah aliran sungai.

“Kemarin saya sudah berdiskusi dengan para Camat untuk antisipasi terhadap banjir  disebabkan karena wilayahnya padat penduduk, aliran sungai juga harus banyak penataan," terutama pendangkalan sungai, ucap Beliau, yang sudah melakukan pertemuan dan pembahasan bersama dengan pihak BBWS.

Sementara itu, SEKDA Kabupaten Bekasi, Uju, mengatakan, Kabupaten Bekasi adalah wilayah hilir yang mendapatkan limpahan sampah dari aliran hulu kali. Hal ini membuat wilayah tersebut kerap dapat banjir maupun sampah kiriman.

“Terima kasih sudah merencanakan pengerjaan ini,"pungkas Uju. karena kami sebagai area hilir mendapat kiriman air dan sampah dari hulu, belum lagi  mendapat dorongan dari laut,” tutur dia.

Pihaknya juga akan bekerja sama dengan Badan Pertanahan Nasional (BPN) terkait pembebasan lahan. Dia juga meminta BBWSCC untuk membangun taman juga supaya nilai estetikanya tetap ada. “Dari BBWS juga mohon sekiranya nanti dapat bersinergi dengan kami. Saya harapkan nanti juga akan dibangun zona hijau, ada penghijauan, misalnya dibuatkan  taman, sehingga menjadi lebih indah dan ada estetikanya,” ungkapnya."(*)

Reporter: Jhon

Editor: Luk

Baca Juga