Terbaru

6/recent/ticker-posts

URS Saksi Kunci, H. Obing Fachrudin Ajak Masyarakat Berpikir Jernih Soal Dirut PDAM TB

Redaksibekasi.com- Cikarang: Kepala Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Bekasi, Obing Fachrudin. Mengajak masyarakat Kabupaten Bekasi khususnya yang mempersoalkan Usep Rahman Salim (URS) menjadi direktur utama PDAM Tirta Bhagasasi (TB) untuk berpikir jernih.

Menurut Obing Fachrudin, URS adalah saksi kunci dalam upaya pemisahan PDAM TB dengan PDAM Tirta Patriot (TP). Sehingga sangat wajar jika Bupati Bekasi, H. Eka Supria Atmaja, SH mengangkat kembali URS sebagai dirut PDAM TB untuk ke tiga kalinya.

"Apalagi secara aturan, Dirut PDAM dapat diangkat tiga kali." Ujar H. Obing Fachrudin, diruang kerjanya. Kamis (19/11).

Diakui oleh H. Obing, saat Kota Administratif Bekasi diresmikan menjadi Kota Bekasi, PDAM masih satu, yaitu PDAM TB. Dengan kepemilikan saham terbesar atas PDAM TB adalah Kabupaten Bekasi.

Seiring perjalanan waktu, PDAM TP didirikan oleh Pemerintah Kota Bekasi dan penambahan modal untuk PDAM TB lebih banyak dari pemerintah Kab. Bekasi. Sehingga kepemilikan saham berubah, yang sebelumnya 55% saham milik Kabupaten Bekasi dan Kota Bekasi sebanyak 45 %. Menjadi 75% saham milik Kabupaten Bekasi sedangkan Kota Bekasi hanya 25%.

Di saat Kabupaten Bekasi di pimpin oleh dr. Hj. Neneng Hasanah Yasin sebagai Bupati Bekasi. Ada rencana pemisahan PDAM TB dengan PDAM TP. Dan telah diamanatkan oleh DPRD Kabupaten Bekasi. Sehingga Neneng Hasanah Yasin sejak 2017 telah berupaya memisahkan  PDAM TB dengan PDAM TP. 

Dibawah kepemimpinan Bupati Bekasi, H. Eka Supria Atmaja, SH. Beberapa waktu lalu, baru ditandatangani pemisahan PDAM TB dengan PDAM TP dengan kewajiban Pemerintah Kota Bekasi mengembalikan modal atau membayarkan aset PDAM TB yang dipergunakan PDAM TP sebesar kurang lebih 180 milyar rupiah.

Dengan melihat rekam jejak seperti itu. H. Obing Fachrudin memahami pengangakatan URS sebagai direktur TB.

"Dia saksi kunci. Ditangannyalah diharapkan pemisahan PDAM berjalan lancar." Lanjut H. Obing Fachrudin.

Menurut H. Obing, jika direktur utama PDAM TB bukan URS, dikuatirkan pemisahan PDAM TB tidak berjalan mulus. Untuk itu, H. Obing mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Bekasi untuk berpikir jernih.

"Jangan hanya melihat dari kacamata pelanggan, tetapi juga lihat kepentingan Pemerintah Kabupaten Bekasi dibalik pengangangkatan URS." Tegas H. Obing Fachrudin.

"Jika pelayanan buruk, tentunya bisa diperbaiki agar dua kali tambah baik. Sedangkan besarnya uang yang harus dikembalikan pemerintah Kota Bekasi ke Pemerintah Kabupaten Bekasi, hanya URS yang tahu. Karena dia adalah saksi kunci." Tutup H. Obing Fachrudin."(*)

Reporter: Man

EditURS Luk

Baca Juga