Terbaru

6/recent/ticker-posts


Yayasan Anugrah Inersia Utama Laksanakan Bimtek Budidaya Lele Bioflok di Babelan

 

Yayasan Anugrah Inersia Utama Laksanakan Bimtek Budidaya Lele Bioflok di Babelan

Ujung Harapan - Bahagia Babelan Bekasi - Budidaya lele bioflok yang dikembangkan  Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya (DJPB), Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) diharapkan mampu meningkatkan produksi perikanan dan menggerakkan ekonomi masyarakat. 

Guna mengimplementasi kegiatan budidaya lele bioflok, Yayasan Anugrah Inersia Utama bersama Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Bekasi menyelenggarakan Sosialisasi dan Bimbingan Teknis (Bimtek) bagi masyarakat yang akan terjun dalam usaha budidaya ikan sistem bioflok pada Senin, 7 Desember 2020.

Esti Nugroho (37) Ketua Yayasan Anugrah Inersia Utama menjelaskan,  Bimtek ini digelar dalam rangka persiapan pelaksanaan kegiatan budidaya lele bioflok bagi penerima bantuan tahun 2020 tahap II. Bimtek ini dimaksudkan pula untuk meningkatkan keahlian para pembudidaya , sehingga  mampu mendorong peningkatan ketahanan pangan nasional dan gizi masyarakat.

“ Bimtek ini merupakan wadah kegiatan pelatihan bagi anggota masyarakat yang terdaftar dalam program budidaya ikan sistem bioflok menggunakan teknologi yang tak sederhana dan tak mudah bagi pelaku budidaya pemula. Program ini difasilitasi oleh Obon Tabroni saat beliau masih duduk di Komisi IX DPR-RI” ujar Esti (37), di Babelan, Senin (7/12).

Menurut Ibrahim (37) selaku pembina Yayasan Anugrah inersia utama, pelaksanaan budidaya ikan sistem bioflok selain banyak yang sukses, juga ada yang mengalami kegagalan. Diantaranya disebabkan oleh SDM yang belum siap menerapkan teknologi, kesulitan mendapatkan benih, kekompakan anggota sampai berhasil panen untuk melanjutkan siklus berikutnya. 

 “Peningkatan kualitas SDM penting guna mendapatkan panen yang maksimal. Baik secara kualitas maupun kuantitas. Makanya Bimtek ini baik untuk para pembudidaya,” papar Ibrahim.

 Ibrahim juga mengatakan, budidaya ikan lele sistem bioflok tidaklah mudah, butuh pelatihan langsung agar pembudidaya bisa mengimplementasikannya saat menerima bantuan dari program ini.

“Kami ingin program budidaya ini mampu memberikan hasil maksimal, untuk keberlangsungan usaha para pembudidaya. Sehingga program ini mampu meningkatkan taraf kesejahteraan mereka,” kata Ibrahim.

Hadir sebagai motivator dalam Bimtek ini Ibu Endang Kepala Seksi Dinas Ketenaga Kerjaan Kabupaten Bekasi, sedangkan sebagai narasumber hadir Adhie Nalapruja sebagai dari Kementerian Tenaga Kerja dan Rafliudin Syahbani dari program Tenaga Kerja Mandiri (TKM) Kementrian Tenaga Kerja. 

Baca Juga