Terbaru

6/recent/ticker-posts

Lisda Wani: Pengalaman Yang Tak Terlupakan, Pertama Jadi PPS Penyelenggara Pemilu 2020

Redaksibekasi.com- Bengkulu: Berkat usaha dan do'a serta diiringi dengan belajar siang dan malam, Saya mencoba untuk mengikuti tes PPS, berharap tambah ilmu dan pengalaman serta peruntungan yang lebih, Akhirnya saya pun lulus menjadi salah satu anggota PPS Kelurahan Kesambe Baru tahun 2020, Hal itu dikatakan Lisda Wani, S.Pd.i, Anggota PPS Kelurahan Kesambe Baru tahun 2020, kepada media berbagi pengalaman, yang sebelumnya Lisda Wani berkecimpung di KPPS Kelurahan Kesambe Baru selama tiga periode.

"Banyak hal yang belum saya mengerti tentang PPS. Sehingga banyak sekali kebingungan saya terhadap penyelenggaraan pemilu. Tetapi dengan ketua PPS yang sudah berpengalaman dan rekan kerja yang kompak,  Saya menjadi mengerti dan megetahui tengtang PPS dan tugas-tugas PPS," Kata Lisda Wani, S.Pd.i mengawali pengalamannya pada saat  jadi PPS (Panitia Pemungutan suara) Tahun 2020 lalu, Kesambe Baru, 28 Januari 2021,


Inilah kisahku:
Dikatakan Lisda Wani, S.Pd.i, Tidak mudah untuk menginjak di titik ini (Jadi anggota PPS-red), bayangkan disaat semua orang tertidur lelap, Akan tetapi saat itu, sengaja kubersimpuh dan bersujud kepada Allah SWT di malam hari yang dingin sambil terjaga, Jangan tertidur.
 
"Dinginnya malam menyayat sembilu, Saat itulah aku  memohon  pertolongan kepada Rabb yang maha kuasa untuk diberi kemudahan dan kelancaran untuk mengikuti serangkaian tes PPS," ungkap sedih kisah Lisda Wani, S.Pd.i.

"Alhamdulillah, berkat doa dan dukungan keluarga serta kemauan dan niat yang sungguh-sungguh, Akhirnya saya dinyatakan Lulus dan Kontrak Kerja PPS Pemilu 2020 Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Rejang Lebong serta Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Bengkulu," ungkapnya.

Selanjutnya kata Lisda, Hari demi hari kulalui, suka dan duka kami alami bersama kami yang ber-enam menyatu menjadi satu kelompok tentunya dengan bekerja dalam satu tim dengan ide yang berbeda-beda, hari-hari yang kami lewati penuh dengan tujuan-tujuan kecil mulai dari belajar menjadi orang yang dapat menjelaskan betapa pentingnya peran PPDP saat melaksanakan tugasnya untuk pemutakhiran data di masyarakat dan membandingkan data yang di berikan oleh KPU. 

"Siang dan malam PPDP berjuang untuk memperbaiki data yang telah diberikan oleh KPU keringat yang bercucuran membuahkan hasil yang indah dikala data yang diperoleh sangat penting, 'ketika ganda dengan kecamatan lain', kami selaku PPS dengan egonya berulang-berulang meminta data kepada PPDP untuk membantu," kenangnya.

"Petugas Pemutakhiran Data Pemilih atau yang disingkat PPDP merupakan ujung tombak KPU dalam melakukan pemutakhiran data pemilih, Oleh karena itu PPDP sangat penting perannya dalam proses penyusunan daftar pemilih," imbuhnya.

Ada kisah lainnya yang sempat muncul dan menghantui rasa ketakutan pada waktu itu, kata Lisda Wani, jika data yang diperjuangkan tidak dibela takut diambil dan diakui oleh Kelurahan dan Kecamatan lain, Kami seolah berlomba dengan waktu yang dikejar deadline oleh PPK membuat kami prustasi dan turun tangan langsung mencari data 

"Tak peduli dinginnya malam, gerimis dan hujan tidak menyulut dan mengurangi usaha dan keinginan kami untuk memperjuangkan data yang ganda," kenangnya.

Saat itu.ketika kami mendokumentasikan di waktu malam yang begitu dingin dan melelahkan kami pun mengirimkan dokumentasi kepada PPK, Tapi keesokan harinya PPK menanyakan kembali data yang ganda, kenapa data yang ganda muncul kembali??? sedangkan kami telah mengirim foto KK dan KTP yang ganda kepada PPK.

"Oooh !ternyata karena kami tidak menganti langsung di DPS dan kemudian muncul kembali," katanya lagi.

"Selaku Sekretariat PPS yang membantu PPS mencari data dan sekaligus orang yang membantu perbaikan data DPS merasa malu, lucu dan kesal sendiri seharusnya data yang ganda langsung di ganti bukan malah hanya mengirim bukti foto KK dan KTP yang ganda," catatnya.

Sempat diusir warga: Nah ada juga kejadian yang seru lanjutnya, sekaligus menyeramkan pada saat kami melakukan Verifikasi Calon Pendukung Perseorangan ketika itu tepatnya dirumah warga RT 02 Gang SD 10 RW 01 Kelurahan Kesambe Baru, ketika kami melakukan Verifikasi dengan warga setempat, saat ketua kami menanyakan kepastian warga tentang paslon nomor urut 03, tiba-tiba beliau marah-marah dan tidak menerima jika nama istrinya ada di Calon Pendukungan Perseorang,

"Akhirnya kami diusir dengan nada tinggi tentunya saya merasa kaget dan ketakutan, sehingga saya  dan PKD pengawas keluar dari rumah warga tersebut seraya mengucapkan “Astagfirullah halazim”, ujarnya.

"Tetapi 'Alhamdulillah' hal tersebut bisa kami atasi dan kami lalui bersama," ucapnya.

Aku Lisda Wani, merasa beruntung mempunyai rekan kerja seperti kak Herman, beliau merupakan sosok yang Tegas, Beribawa dan sangat bertanggung jawab dengan kerjanya, begitu juga dengan  Ernidawati dan lainnya, Suka duka kami lalui bersama.

"Saya sangat suka bekerja menjadi Panitia Pemungutan Suara (PPS) karena dengan PPS ini, mengajarkan saya dunia Politik. Dan mengajarkan arti kesabaran ketika berhadapan dengan PPDP dan KPPS apalagi saat menjelaskan betapa ribetnya peran Si-Rekap di TPS," pungkas Lisda Wani. 

Panitia Pemungutan Suara
Kelurahan Kesambe Baru,
KETUA: HERMAN EFFENDI
ANGGOTA: WILLYAM FERNANDO
ANGGOTA: LISDA WANI, S.Pd.i
."(*)

Reporter: Red
Editor: Luk
Baca Juga