Terbaru

6/recent/ticker-posts

BEKASI DARURAT BANJIR, Ketua AOB Geram: Maraknya Pembangunan Tidak Perhatikan AMDAL Dan Alih Fungsi Lahan

Redaksibekasi.com- Kab.Bekasi: Hujan lebat yang  mengguyur wilayah Kabupaten bekasi dan sekitarnya, beberapa hari ini mengakibatkan banjir di sejumlah  titik sekitarnya, diantaranya Wilayah  Cikarang Timur dilanda banjir, Villa Mutiara Cibitung direndam banjir, Papanmas Tambun Selatan pun banjir, tak terkecuali dengan Kawasan Elit Dukuh Bima Lambang Sari serta area jalan tol pun ikut terkena banjir.

"Hampir setiap wilayah di Kabupaten Bekasi terendam banjir setelah diguyur hujan deras beberapa hari belakangan ini,  banjir akibat curah hujan yang cukup tinggi, sebenarnya bisa ditangani dengan baik. Sepanjang, para pemangku kepentingan," Kata Zainal Abidin, Ketua Aliansi Ormas Bekasi (AOB-red) saat bantu mengevakuasi warga,  Minggu, 21 Februari 2021.

Lanjutnya, Setidaknya para pemamgku Kebijakan dapat memperhatikan sejumlah hal. Dari sisi lingkungan, daerah resapan air di Bekasi memang semakin berkurang. Bahkan, sejumlah wilayah Ruang Terbuka Hijau di Bekasi dan sekitarnya yang seharusnya jadi daerah resapan, kini malah beralih fungsi jadi bangunan, mulai dari mall, hingga apartemen.

"Dari sini kita melihat, perlu ketegasan dari pemerintah dalam penanganan pelanggaran tata ruang atau alih fungsi lahan, serta Analisa Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) terkait pembangunan yang sedang gencar-gencarnya dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Bekasi belakangan ini,"  jelas Ketua AOB.

Zainal Abidin menambahkan, Pemerintah Daerah jangan asal memberikan izin membangun tanpa memperhatikan dampak lingkungan di kemudian hari, terlebih semakin sempitnya aliran sungai akibat dibetonisasi dan menumpuknya sampah di sekitar bantaran sungai.

"Kami geram melihat situasi Kabupaten Bekasi yang terendam banjir seperti ini, Pemerintah seolah 'mati gaya' menangani musibah ini, BEKASI DARURAT BANJIR," tandasnya.

Masih kata Zainal Dalam waktu dekat ini AOB  akan segera berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah, DPRD Kabupaten Bekasi, serta Stake Holder terkait,  Untuk mengkaji mencari win-win solution agar kedepannya Kabupaten Bekasi tidak dilanda banjir seperti ini. 

 "Perlu adanya gerakan kolektif dari berbagai pihak mulai dari, Pemerintah, Masyarakat, Pengusaha, Ormas/LSM, serta Organisasi Pemerhati Lingkungan. Agar masalah ini ditangani secara bersama-sama, dengan kesadaran bersama," pungkasnya." (*)

Reporter: Man 

Editor: Luk


Baca Juga