Terbaru

6/recent/ticker-posts

Pengelolaan Sewa Lahan TKD Diduga Jadi Bancakan Oknum Desa, Camat Tarumajaya: Kita Akan Tertibkan!

Foto ilustrasi


Redaksibekasi.com- Tarumajaya: Camat Tarumajaya Dede mauludin Dalam waktu dekat ini akan mengkaji dan nendata lahan TKD milik desa yang ada di wilayah Tarumajaya. Hal tersebut lantaran banyak laporan masyarakat terkait lahan TKD (Tanah kas Desa) yang menjadi keuntungan para oknum desa yang menyewakan lahan tersebut hingga puluhan juta rupiah.


"Yah, Kita akan berkoordinasi dengan para kepala desa Di Tarumajaya, Untuk cek serta pendataan penggunaan lahan TKD tersebut yang katanya, Soal sewa lahan TKD hingga puluhan Juta rupiah," Kata Camat Dede kepada awak media,    Jumat (26/2).

Dikatakan Camat Dede, Sebelum ada dana desa (DD) dan alokasi dana desa (ADD), kades dan perangkat mendapatkan bengkok. Sebagai imbalan kinerja mereka melayani masyarakat. Namun, setelah ada dana transfer yang bersumber dari APBN itu, bengkok ditarik desa, Untuk gaji kades beserta aparatur desa dari APBDes.

"Nah, Sedangkan, pengelolaan bengkok harus dilelang. Hasilnya dimasukkan dalam APBDes. ’’Meskipun nanti muaranya juga untuk tambahan tunjangan kades dan perangkatnya, tapi alurnya harus sesuai regulasi,’’ ujar Camat Tarumajaya.

Karena di lapangan, menurut camat dede, ada pengelolaan bengkok masih menjadi kewenangan oknum kades atau perangkat desa, disewakan dan hasil sewa masuk APBDes. Meski kades dan perangkat beralasan menyewa tanah bengkok tersebut, namun diduga tanpa melalui lelang terbuka.

Teknis lelang, menurut Camat tarumajaya itu, menggunakan payung hukum peraturan desa (perdes). Atau minimal peraturan kepala desa (perkades) salah satu isinya tentang surat keputusan (SK) panitia lelang. Karena, desa juga memiliki kewenangan dalam pengelolaan TKD. Jika terlalu diatur dalam perda, mayoritas desa mengaku memiliki hak otonom yang mengatur desanya.

’’Sepenuhnya pengelolaan TKD  menjadi kewenangan desa. Sehingga jika terjadi sesuatu yang bertanggung jawab tetap kepala desa," jelas Camat Dede Mauludin."(*)

Reporter: Red 

Editor: Luk

Baca Juga