Terbaru

6/recent/ticker-posts

Waduh..! Renovasi 8 Ruang Kelas, Telan Dana-+1 Miliar, Sekjen Grib Minta: Inspektorat Terjun Kelapangan

Redaksibekasi.com- Tarumajaya: Maraknya pemberitaan di sejumlah media online terkait proyek rehabilitasi dan renovasi gedung SDN 03 Segara jaya Tarumaja, yang di alokasikan melalui anggaran Kementerian Pekerjaan Umum dan perumahan rakyat, Direktorat jenderal cipta karya Balai prasarana permukiman wilayah Jawa barat dengan nilai kontrak - + 1 Milliar (Rp 993.779.970,00) yang di kerjakan (19 AGUSTUS 2000. 23 JANUARI 2020) oleh PT. NARADA ADYAPI NAVACATRAWINGSAT, (tertera di bener proyek kementerian PUPR), Hal ini menjadi perhatian.

Marulloh selaku Sekjen GRIB (gerakan rakyat indonesia bersatu). "Proyek renovasi bangunan Sekolah SDN 03 Segara Jaya, diduga dikerjakan tidak sesuai Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA)," Ujar Sekjen GRIB. Kamis (4/1).

Lanjutnya, Jika sesuai pasti tidak ambrudul dan sepertinya kejar target, Kami berharap pihak terkait dalam hal ini dinas PUPR PROV JAWA BARAT dan inspektorat agar melakukan sidak lapangan mengecek proyek pembangunan tersebut.

"Yah, Jangan sampai nantinya anggaran yang di gelontorkan cukup besar (-+ 1 Milliar), Bangunan tersebut tidak kuat tahan lama yang mengakibatkan merugikan para peserta didik dan mengganggu KBM," imbuhnya.

"Kami berharap, Dinas PUPR PROV JAWA BARAT dan inspektorat agar segera melakukan sidak lapangan," pungkasnya.

Diketahui sebelumnya, Proyek Miliaran rupiah, Rehabilitasi dan Renovasi SD Negeri Segara Jaya 03 Tarumajaya Kabupaten Bekasi, diduga dikerjakan asal-asalan dan tidak sesuai spesipikasi, yang lebih miris lagi saat ini, hasil akhir  pekerjaan amburadul tapi proyek sudah di tinggalkan oleh pekerja dan Vendor, artinya sudah tidak ada  kegiatan lagi. Dari info yang di himpun Katanya tinggal nunggu serahterima kunci, Lantaran pekerjaan sudah selesai.

"Iya, Saya juga gak tau, ini kerjaan sudah selesai atau belum, tapi yang kerja sudah tidak ada, Katanya sih, tinggal nunggu serah terima kunci, Tapikan kenyataan yang ada, masih banyak kerjaan yang belum di rapihkan dan kelengkapan lainnya belum ada, seperti toren air, kran pada otek, pintu gak bisa ketutup dan banyak lagi lainnya," Kata Pa Naim (55) yang bertugas sebagai penjaga sekolah sudah puluhan tahun, Selasa (2/2).

"Untuk urusan lainnya, Saya gak tahu, coba aja tanya ke Kepala sekolah, Kalu mau liat-liat kondisi bangunan, silahkan saja, yah apa adanya," ujarnya, sambil melihat kebelakang sekolah lantaran belum ada pagarnya/pembatasnya langsung dengan persawahan.

Dari pantauan awak media sebagai sosial kontrol, tentunya atas laporan dari warga, melihat langsung Proyek miliaran rupiah, Rehabilitasi dan renovasi bangunan SDN Segara Jaya O3.

"Och, ternyata benar, proyek renovasi SDN 03 Segara Jaya, sudah selesai di kerjakan, tapi amburadul, asal-asalan, baik dari pasangan keramiknya, pintu kelas tidak dapat di tutup, kran air(yang belum selesai dikerjakan-red), Toren dan Mesin air tidak ada, pengecatan Tembok asal jadi dan masih banyak lagi temuan lainnya di lapangan," 

Sementara itu, Abd.Haris Kepala sekolah SDN 03 Segara Jaya  saat dimintai tanggapannya terkait proyek rehabilitasi miliaran rupiah (SDN 03 Segara jaya)  yang konon katanya sudah selesai dikerjakan.

"Ya, Alhamdulillah SDN 03 Segara Jaya dapat bantuan dari Provinsi Jabar, Rehab gedung/ bangunan   sekolah 8 ruang, Ada sebagian yang di ganti Atap dan rangka baja ringan, Ada sebagian yang tidak di ganti karena masih layak, serta perbaikan dinding, Tehel /keramik, flapon dan kaca serta Pengecatan," kata Pa Abd. Haris melalui seluler, Rabu (3/2).

Sampai dengan saat ini, lanjut Pa Haris, Soal proyek renovasi bangunan sekolah yang sudah selesai dikerjakan, tetapi belum ada serah terima kunci dari pemborong.

"Ya, Sampai saat ini belum ada serah terima bangunan dari Pemborong ke pihak sekolah, Katanya minggu-mingu ini, Saya juga belum tau RAB nya, yang mau diserahkan gedung dan kelengkapannya, Apa saja?, Ada AC atau tidak, ada toren air apa tidak dan lainnya," tambahnya.

"Bila nanti ada, serah terima kunci, saya juga akan menanyakan banyak hal kepada pemborong, Selain kelengkapan gedung (sesuai RAB) dan kursi kelas yang sering di pakai oleh tukang /pekerja, diduga banyak rusak," pungkasnya."(*)

Reporter: Man

Editor: Luk

Baca Juga