Terbaru

6/recent/ticker-posts

Yon D Satbrimob PMJ: Pengabdian Di Tengah Bencana Dan Pandemi Covid-19

Redaksibekasi.com- Bekasi: Jiwa Ragaku Demi Kemanusiaan. Demikian kata yang tepat disandang Korps Brigade Mobil Kepolisian Republik Indonesia (Brimob Polri). Disamping melaksanakan tugas utamanya menangani kerusuhan, penjinakan bom, teror dan pengamanan instalasi vital, unit tertua di organisasi Polri itu juga melaksanakan tugas operasional kemanusiaan.

"Ya, ini tugas kita semua, dan kita (Korps Brimob Polri_red) terpanggil untuk ikut melaksanakan kegiatan sosial dan bantuan kemanusiaan, termasuk menekan dampak sosial pandemi Covid-19,” ungkap Komandan Korps Brimob, Irjen Anang Revandoko mengawali usia Korps Brimob Polri ke 75. 

Dirinya berpesan kepada seluruh prajurit Brimob untuk tidak ragu-ragu menjalankan tugas di lapangan dan menjaga keutuhan NKRI. 

"Ciptakan kondusifitas kamtibmas guna menyongsong ekonomi kondusif," pesan Irjen Anang Revandoko.

Pesan orang nomor 1 di Korps pasukan elite Polri itu mendapat reaksi cepat semua kesatuan Brimob daerah. Di setiap batalyon, aksi kemanusiaan digelar secara terukur berupa evakuasi korban banjir, menyalurkan air bersih, membangun dapur umum, membersihkan lumpur bekas banjir hingga penyemprotan disinfektan dengan mobil meriam air.

"Batalyon D Pelopor Satbrimob Polda Metro Jaya turut mengejawantahkan amanat Komandan Korps Brimob Polri untuk membantu korban bencana alam dan masyarakat yang terdampak pandemi covid-19," ujar Komandan Batalyon D Sat Brimob Polda Metro Jaya, Kompol Budi Prasetyo kepada wartawan, Minggu (21/02/2021).

Saat ditemui, Kompol Budi Prasetyo dan 2 anggotanya terlihat sedang menggeret tali untuk mengevakuasi warga yang terjebak banjir di jalan raya pantura  Rengasbangdung, Kabupaten Bekasi.

Dijelaskan Danyon Budi, musibah banjir bandang yang melanda wilayah Bekasi terjadi merata sejak Jumat (20/02/2021) malam. Dirinya, tanpa menunggu lama, menyiagakan anggota untuk memantau titik banjir di wilayah Bekasi.

"Kita mulai menerjunkan tim SAR sejak Sabtu pagi dan membantu warga yang terdampak banjir bandang di Perum Mekar Indah dan Perum Kedasih Jababeka, Kabupaten Bekasi," terang Danyon. 

Dalam bantuan kemanusiaan tersebut Danyon Budi mengerahkan 10 anggota Batalyon D Pelopor dengan dilengkapi perahu karet, mesin tempel, rompi, dayung, tambang dan mobil SAR.

"Hari ini juga tim SAR diterjunkan guna melakukan evakuasi korban banjir disini (jalan pantura Kosambi Jaya Kedung Waringin Kab. Bekasi_red)," lanjut Danyon.

Kali ini personil yang diturunkan lebih banyak dengan menambah perlengkapan SAR, berupa 2 unit perahu karet, 2 mesin tempel, 20 rompi, 8 dayung, 2 tambang, 1 mobil SAR dan 1 unit mobil truk.

Di hari itu pun, regu 4 tim SAR Brimob batalyon D Pelopor di bawah pimpinan Iptu Bandiro melaksanakan evakuasi warga yang terisolasi di 2 desa, yaitu Desa Bantarjaya dan Desa Bantarsari Kecamatan Kedungwaringin.

Dari kedua desa, terdapat sekitar 1000 jiwa dan sekitar 400 kepala keluarga yang harus dievakuasi ke tempat pengungsian yang lebih aman.

"Seluruh pengungsi ditampung di dua lokasi yang berdekatan yaitu di SDN Bantar jaya dan rumah bapak haji Nata, Desa Bantarjaya," jelas Danyon.

Dirinya berharap kepada masyarakat lainnya untuk ikut memberikan bantuan berupa selimut, bahan makanan, air minum dan sebagainya untuk dibagikan ke tempat pengungsian karena situasi saat itu cukup mencekam.

"Untuk teman teman BPBD, relawan TNI - Polri yang bertugas di lapangan mohon tetap semangat, jaga kesehatan dan keselamatan. Kita bersama-sama menggelar operasi kemanusiaan sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat," ajaknya.

Ditambahkan Danyon Budi, beberapa kendala dalam hal penanganan korban seperti sulitnya akses kendaraan menuju lokasi yang terdampak banjir untuk membawa bantuan berupa sembako dan pakaian layak pakai.

Lalu derasnya arus di lokasi sehingga menyulitkan petugas untuk melakukan evakuasi terhadap korban yg terdampak Banjir. 

"Terjadinya penumpukan massa yang masih berada di lokasi pada saat pembagian sembako dan pakaian (saling berebutan) juga menyulitkan petugas," terangnya.

Dalam mengatasi musibah ini, langkah yang diambil Danyon Budi adalah mengevakuasi korban kebanjiran ke Posko Utama Saung Desa, memberikan sembako dan membangun posko pengungsian."(*)

Reporter: Man 

Editor: Luk

Baca Juga