Terbaru

6/recent/ticker-posts

Viral Kutipan Wartawan Gembel, Ketum PWBI Minta: Oknum Pegawai Desa Karang Rahayu Dan Kades Ino Harus Tanggung Jawab

RedaksiBekasi.com- Kab.Bekasi: Menyikapi terkait kutipan “Wartawan Gembel” yang dilontarkan oleh salah satu oknum pegawai Desa Karangrahayu, Kecamatan Karangbahagia dipesan Whatsapp grup Desa itu diduga melecehkan profesi Jurnalis.

Ketua Perkumpulan Wartawan Bekasi Independen (PWBI) Wawan Irawan yang akrap disapa YOMA mengatakan hal itu jika terbukti benar, Hal itu sudah mencederai profesi insan media.

"Terimakasih staf desa dan Kades Karangrahayu yang telah memberikan sebutan baru' #wartawan gembel',  Asal anda tahu profesi wartawan salah satu pilar keempat demokrasi, sangat jelas dan di lindungi Undang Undang tentunya," kata Yoma, Minggu 22/8. 

Lanjutnya, Jadi saya selaku Ketua Umum PWBI berharap oknum staf desa dan kades tersebut cepat dilaporkan kepihak yang berwajib dengan pelanggaran UUD ITE. agar epek jera tentunya. 

"Jelasnya, Kades Ino juga, harus  bertanggung jawab atas prilaku anak buahnya," tandasnya.

Perlu diketahui,  UU RI No. 40 tahun 1999 dalam pasal 18 yang berbunyi “setiap orang yang secara melanggar hukum dengan sengaja melakukan tindakan yang berakibat menghambat atau menghalangi pelaksanaan ketentuan pada pasal 4 ayat (2) dan ayat (3) dipidana dengan pidana penjara paling lama 2 (dua) tahun atau dengan denda paling banyak Rp. 500.000.000 (lima ratus juta rupiah)," pungkas Yoma.

Diketahui sebelumnya, Pimpinan Redaksi Jurnalindonesiabaru.com, Asep Saepullah menjelaskan salah satu wartawan JIB mewawancarai Kepala Desa Karangrahayu, Kecamatan Karangbahagia terkait program proyek Provinsi Jawa Barat.

“Tanpa diketahui wartawan, oknum tersebut mem video kan wawancara itu secara diam-diam lalu menyebarkan vidio itu ke pesan Whatsapp grup Aparat Desa Karangrahayu,” jelas Asep.

Menanggapi unggahan vidio itu Kepala Desa Karang Rahayu, Ino Hermawati meminta tanggapan dengan menulis pesan. “Bagai mana rekan-rekan menurut penilaian anda semua,” ucapnya dalam pesan Whatsapp.

Kata Asep, pertanyaan Kades Karangrahayu menjadi pemicu terjadinya perkataan yang tidak pantas terhadap profesi wartawan.
"Wartawan gembel ora ada etikanya pisan lagi wawancara ama bu lurah ora pantes pisan jadi wartawan,” balasan pesan salah satu anggota grup Whatsapp Aparat Desa Karangrahayu.

“Itu orang ngomong kakinya iket aja apah ga mau diem,” sambung anggota grup lainnya. Tentunya, kata Asep, obrolan via pesan Whatsapp grup itu mencederai profesi seluruh wartawan. “Redaksi media Jurnalindonesiabaru.com bakal melaporkan hal ini kepada penegak hukum, sebagaimana yang dimaksud dalam pasal UU ITE,” tandasnya."

(Red)
Baca Juga