Antisipasi Tawuran, Polres Bekasi Tingkatkan Patroli Ramadan

Antisipasi Tawuran, Polres Bekasi Tingkatkan Patroli Ramadan
 ilustrasi 



RedaksiBekasi.Com - Polres Metro Bekasi Kota akan meningkatkan patroli di Kota Bekasi menjelang bulan Ramadan 1443 Hijriyah. Hal tersebut dilakukan guna mengantisipasi terjadinya tawuran.

Kabag Ops Polres Metro Bekasi Kompol Agus menjelaskan, pihaknya sudah memetakan tempat-tempat rawan yang kerap terjadi tawuran. Para pelaku tawuran pun sering melakukan aksinya pada waktu-waktu setelah salat tarawih atau sebelum sahur.

"Untuk mengantisipasi tawuran di bulan puasa nantinya, kita sudah petakan tempat-tempat yang seringkali dijadikan tempat tawuran oleh remaja, tempat yang seringkali dijadikan aksi tawuran yakni di Ahmad Yani, Kayuringin, Sultan Agung," ujar Agus saat dihubungi, Rabu (30/3/2022).

"Selain itu, waktunya juga sudah dipetakan biasanya setelah salat tarawih, kemudian menjelang sahur dan kemudian setelah salat subuh. Itu biasanya seringkali terjadi aksi tawuran," sambungnya.

Dia mengatakan Polres Metro Bekasi Kota akan meningkatkan patroli di waktu-waktu rawan. Selain itu Polres Metro Bekasi Kota akan bekerja sama dengan Polres Kabupaten Bekasi.

"Patroli malam akan kita tingkatkan kembali. Setelah salat tarawih kita lakukan patroli, kemudian menjelang sahur dan setelah sahur kita akan tingkatkan kembali. Kita akan sinergitas antara Bekasi Kota dan Bekasi Kabupaten, di mana pelaku tawuran dan juga geng motor pelakunya hampir sama," ucap Agus.

Sebelumnya, Polres Metro Bekasi Kota dan Kabupaten Bekasi meminta warga tidak melakukan kegiatan sahur on the road (SOTR) selama Ramadan. Hal itu karena kegiatan SOTR rawan menimbulkan gesekan antar para remaja.

"Justru SOTR itu justru banyak kemudaratannya, tidak ada kemanfaatannya, malah merugikan, tawuran, kebut-kebutan. Oleh karena itu, kita menunggu dari Polda bahwa itu dilarang," ujar Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Hengki ketika dihubungi pada Selasa (29/3).

Sementara itu, Kapolres Metro Bekasi Kombes Gidion Arif menilai makna SOTR sudah bukan lagi hanya sahur, melainkan menjadi kegiatan yang meresahkan masyarakat.

"SOTR itu kan sekarang jadi konotasinya bukan sahur lagi ya, tapi juga balap liar yang dilakukan jam-jam sahur sehingga mengganggu masyarakat gitu," ucap Gidion.

(drg/drg - detiknews)

Lebih baru Lebih lama