Aksi GEBRAK Peringati Runtuhnya Rezim Orde Baru

Aksi GEBRAK Peringati Runtuhnya Rezim Orde Baru


Aksi Massa Gerakan Buruh Bersama Rakyat (Gebrak) dalam momentum peringatan MayDay dan Hari Pendidikan Nasional serta memperingati runtuhnya Rezim Orde Baru. Sabtu (21/05/22)


Ketua Umum Konfederasi Persatuan Buruh Indonesia (KPBI) Ilhamsyah, memberikan pandangan tentang Reformasi 98 dan Rezim Jokowi Ma'ruf Amin saat ini.


Menurut Ilhamsyah atau yang kerap disapa Bung Boing, menyatakan Reformasi 98 memberikan pelajaran penting untuk seluruh masyarakat Indonesia terkhusus kepada Gerakan Rakyat. 


“Perubahan secara politik, bagaimana kemudian, Rezim orde baru mulai menjalankan kekuasaan nya dengan pendekatan militer dan menghabisi seluruh kelompok yang berseberangan dengan Rezim Diktator Soeharto” Ujar Boing saat berorasi yang dipantau oleh Tim Media FBTPI.org


Ilhamsyah mengatakan, Rezim Orde Baru mengambil peran penting dalam kemunduran ekonomi Nasional, sebab kata Ilhamsyah, pada masa orde baru memberikan Produk kebijakan Hukum yang terus mengeksploitasi kaum buruh dan kaum tani, serta, tambahnya, memperburuk kondisi masyarakat Indonesia secara umum


“Melalui Undang-Undang Penanaman Modal Asing, Orde Baru memberikan ruang seluas-luasnya kepada investor untuk mengeruk sumber daya alam dan sumber daya manusia” Kata Ilhamsyah


Kemudian, Ilhamsyah dalam Orasi Politik nya, menyoroti tidak adanya kebebasan yang diberikan kepada rakyat, saat dipimpin oleh Diktator Soeharto, ia juga menambahkan, runtuh nya rezim orde baru membawa angin segar kepada masyarakat indonesia.


“Sejarah mencatat bahwa tidak adanya ruang kebebasan pada masa orde baru, baik itu berpendapat maupun berserikat, hanya organisasi-organisasi bentukan mereka yang boleh tumbuh” pungkasnya.


“Peristiwa besar yang hari ini kita peringati, turunnya kekuasaan Diktator Soeharto selama 32 Tahun berkuasa akhirnya Rakyat secara khusus gerakan rakyat bisa merasakan situasi demokrasi, sehingga tumbuh organisasi bahkan partai politik masuk ke alam demokrasi" tambahnya.


Kendati demikian, Ilhamsyah juga menyampaikan, Reformasi 98 mengalami kegagalan sehingga mengakibatkan Rakyat Indonesia, terjerembab ke dalam ekonomi yang kapitalistik.


"Setelah orde baru tumbang. Di sinilah titik balik, di mana Ekonomi Neoliberalisme mencengkeram seluruh sendi-sendi kehidupan yang ada di negeri ini" Tegasnya.


Sebagai Informasi, sebelum Soeharto tumbang. Ilhamsyah menjelaskan, bahwa Soeharto menandatangani perjanjian bersama IMF, sehingga warisan dari orde baru terus tumbuh, mulai dari massif nya kebijakan NeoLiberalisme, privatisasi BUMN, dan Praktek Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN).


Ilhamsyah, juga menyebutkan banyak korban berjatuhan akibat melawan kediktatoran soeharto hingga runtuh. Walaupun, menurut dia belom runtuh sepenuhnya. Sebab, kata dia masih banyak reformis gadungan yang duduk di parlemen sana.


Dia juga menegaskan, bahwa tidak ada prestasi dan komitmen terhadap alam demokrasi dalam penuntasan Hak Asasi Manusia (HAM).


"Kita bisa lihat empat mahasiswa trisakti yang dibunuh, dan belasan orang diculik untuk membangkitkan ruang demokrasi, dan hari ini di bawah rezim Jokowi tidak ada satupun yang menuntaskan kasus pelanggaran HAM" Tegasnya. 


Terakhir, Ia menegaskan kembali, bahwa seluruh Gerakan Rakyat harus membangun satu kekuatan strategis untuk menumbangkan kekuasaan lama dalam membangun kembali masyarakat yang berkeadilan.



Lebih baru Lebih lama